Sekolah. DOK Medcom
Sekolah. DOK Medcom

Ekosistem Berkelanjutan dari Sekolah hingga Universitas, Model Pendidikan Paling Relevan di Masa Depan

Ilham Pratama Putra • 10 Februari 2026 12:32
Ringkasnya gini..
  • Lembaga pendidikan didorong bisa membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan di lokasi tak berjauhan.
  • Selain UMN dan Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP), kini dalam lingkungan tersebut dibangun juga fasilitas sekolah jejang Dasar dan Menengah.
  • Pembangunan Multimedia Nusantara School (MNS) adalah upaya menyiapkan ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Jakarta: Kurikulum pendidikan tidak lagi bisa berdiri sendiri-sendiri. Tantangan masa depan menuntut kesinambungan kuat antara jenjang sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. 
 
Tanpa integrasi matang, proses belajar sering kali terputus, tidak relevan dengan kebutuhan zaman, dan sulit menjawab tuntutan dunia kerja global. Hal ini menjadi pemantik agar lembaga pendidikan bisa membangun ekosistem pendidikan berkelanjutan di lokasi tak berjauhan.
 
Gagasan ini yang kini semakin banyak diadopsi lembaga pendidikan modern, yaitu membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan. Kurikulum, metode belajar, fasilitas, dan jalur karier siswa dirancang saling terhubung. 

Pendidikan bukan sekadar proses bertahap dari kelas ke kelas, melainkan perjalanan utuh yang terencana sejak dini. Semangat tersebut menjadi landasan pengembangan besar-besaran yang dilakukan Multimedia Nusantara School (MNS).
 
Selain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP), kini dalam lingkungan tersebut dibangun juga fasilitas sekolah jejang Dasar dan Menengah.
 
"Berbeda dari sekadar perluasan fasilitas, proyek ini diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menyelaraskan kurikulum dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi," kata Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Teddy Surianto, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.
 
Teddy menegaskan pembangunan gedung baru MNS bukan hanya urusan fisik, melainkan upaya menyiapkan ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
 
“Pembangunan tiga gedung ini bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi bagian dari komitmen kami menyiapkan ekosistem pendidikan yang utuh. Mulai dari kurikulum, sistem pembelajaran, hingga budaya sekolah yang menekankan teknologi dan karakter,” ujar dia. 
 
Khusus untuk jenjang SMA, seluruh fasilitas dirancang agar selaras dengan kebutuhan pengembangan remaja masa kini. Siswa diharapkan memiliki ruang eksplorasi luas, mampu mengasah kepemimpinan, serta siap mengikuti standar akademik internasional.
 
“Kami ingin setiap siswa belajar di lingkungan yang relevan dengan tantangan masa depan, sehingga lulusan MNS tumbuh inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan siap menjadi pionir di berbagai bidang industri,” ujar dia. 
  Gedung baru MNS dirancang ramah lingkungan dengan konsep hemat energi, memaksimalkan pencahayaan alami serta sirkulasi udara. Di dalamnya akan tersedia area olahraga berstandar internasional, laboratorium modern, ruang kelas berbasis teknologi, perpustakaan, multipurpose hall, hingga ruang konseling.
 
Lebih dari itu, kekuatan MNS tidak hanya terletak pada fasilitas, tetapi juga pada dukungan ekosistem besar Kompas Gramedia. CEO Kompas Gramedia, Lilik Oetama, menjelaskan pendidikan modern harus terhubung dengan dunia nyata. 
 
Menurutnya, siswa perlu mendapatkan pengalaman langsung agar tidak terjebak pada teori semata. “Pendidikan hari ini tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui ekosistem Kompas Gramedia, siswa MNS bisa belajar berbasis industri, memahami tantangan profesional secara praktis, serta membangun jejaring sejak dini,” kata Lilik.
 
Ia menekankan pentingnya menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, siswa tidak hanya lulus dengan nilai tinggi, tetapi juga memiliki portofolio pengalaman yang kuat.
 
Pendekatan integratif juga terlihat pada kurikulum yang akan diterapkan di jenjang High School MNS. Sekolah ini menggabungkan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum internasional Pearson Edexcel. 
 
Skema tersebut memungkinkan siswa memperoleh dua ijazah sekaligus: nasional dan internasional. Selain itu, MNS menerapkan program Talent Mapping untuk membantu siswa mengenali minat dan bakat secara lebih akurat. 
 
Pembelajaran diperkuat dengan Smart Classroom interaktif, pendidikan karakter, serta persiapan masuk universitas terbaik dunia. Dengan berada di satu kawasan dengan UMN, MNP, siswa MNS diyakini memiliki akses pathway khusus menuju perguruan tinggi tersebut.
 
Melalui penyelarasan kurikulum, proses transisi siswa dari sekolah ke kampus dapat berlangsung lebih mulus, bahkan berpotensi mempercepat masa studi. Bagi para orang tua siswa, pendekatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan generasi digital. 
 
“Pengalaman belajar di sini terasa efisien karena pemanfaatan teknologi yang cerdas. Metode project based terbukti membantu mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri anak sejak dini,” tutur salah satu orang tua siswa Stephanje Wongso.
 
Setidaknya akan ada tiga gedung baru MNS yang dibangun. Integrasi kurikulum, dukungan industri, dan keterhubungan dengan perguruan tinggi menjadi fondasi utama untuk menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.
 
"Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, model ekosistem pendidikan berkelanjutan seperti inilah yang diyakini mampu menjawab kebutuhan masa depan," ujar Teddy.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan