Pendaftaran. Foto: MTVN Khairunnisa Putri M
Pendaftaran. Foto: MTVN Khairunnisa Putri M

Beasiswa Double Degree Kemenag 2026 Dibuka, Simak Info Lengkapnya!

Renatha Swasty • 23 Januari 2026 13:00
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia kembali membuka kesempatan emas bagi lulusan S1 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui Program Beasiswa Double Degree Split-Site Master's Cohort 10 Tahun 2026. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan dan alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
 
Pendaftaran resmi dibuka dengan berbagai persyaratan dan tahapan seleksi yang perlu dipenuhi calon pendaftar. Sebelum membahas lebih lanjut tentang persyaratan dan jadwal pendaftarannya, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa sebenarnya Beasiswa Double Degree Split-Site Master's ini. Berikut penjelasannya.

Beasiswa Double Degree Split-Site Master's

Melansir dari laman Beasiswa Kemenag, Program Beasiswa Double Degree merupakan program beasiswa yang diperuntukkan bagi lulusan S1 Perguruan Tinggi Keagamaan/Fakultas Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum, atau alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi untuk mendapatkan dua gelar akademis sekaligus dalam satu periode studi dari dua perguruan tinggi yang berbeda, yaitu dari dalam negeri dan luar negeri.
 
Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang dikelola oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan RI. Dengan program ini, mahasiswa berkesempatan menempuh pendidikan di dua kampus berbeda dan mendapatkan dua gelar master sekaligus dalam satu periode studi.

Melansir akun Instagram @puspenma.kemenag_official, program beasiswa ini sangat terbuka bagi pelamar dalam kategori Equity Target Groups atau Kelompok Sasaran Pemerataan. Beasiswa Split Site Master's Australia Awards Indonesia sangat terbuka bagi pelamar yang termasuk dalam kategori ini, yang terdiri atas Kategori Perempuan Kelompok Rentan seperti Perempuan Kepala Rumah Tangga, Perempuan Masyarakat Adat, dan Perempuan dengan Disabilitas, serta Kategori Pelamar dari 15 Provinsi Sasaran Pemerataan yang dibuktikan dengan KTP. Berikut rinciannya:

1. Kategori 1 - Perempuan Kelompok Rentan:

  1. Perempuan Kepala Rumah Tangga
  2. Perempuan Masyarakat Adat
  3. Perempuan dengan Disabilitas

2. Kategori 2 - Pelamar dari 15 Provinsi Sasaran Pemerataan (dibuktikan dengan KTP):

Provinsi yang termasuk dalam kategori ini meliputi NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung.

3. Kategori 3 - Orang dengan Disabilitas

Bagi pendaftar dengan IPK dan IELTS lebih rendah, yaitu IPK S-1/D-4 minimal 2,75 (skala 4,00) dan memiliki nilai kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 5.0 atau TOEFL ITP 450 yang masih berlaku (sekurang-kurangnya hingga Juni 2026), tetap dapat mendaftar dengan kategori Equity Target Groups ini.
 
Nah, setelah mengenal lebih jauh tentang program beasiswa ini, berikut adalah persyaratan lengkap yang harus dipenuhi calon pendaftar. Melansir dari laman Beasiswa Kemenag, terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, di antaranya:
   

Persyaratan umum

  1. Mengisi data diri lengkap dengan mengunggah pas foto resmi dan terbaru berukuran 3×4 (maksimal 1 MB) dengan background merah pada aplikasi pendaftaran daring
  2. Warga negara Indonesia (WNI)
  3. Berstatus sebagai lulusan S1 Perguruan Tinggi Keagamaan atau lulusan S1 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama yang dibuktikan dengan SK PBSB

Persyaratan akademik:

  1. Memiliki ijazah S1 atau D4 disertai dengan transkrip nilai dari perguruan tinggi terakreditasi minimal IPK 3,00 dari skala 4
  2. Bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri wajib melampirkan hasil penetapan penyetaraan ijazah
  3. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500 yang masih berlaku (kurang-kurangnya hingga Juni 2026)

Persyaratan lainnya:

  1. Lulusan S1 atau D4 dari seluruh program studi
  2. Usia pelamar maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026
  3. Memiliki ijazah terakhir Sarjana (S1)/Diploma IV (D4) dan belum pernah atau sedang mengambil jenjang Magister (S2)
  4. Memiliki surat keterangan sehat jasmani dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan
  5. Mendapat surat rekomendasi dari instansi terkait atau akademisi/tokoh masyarakat
  6. Menulis Personal Statement/Motivation Essay dalam bahasa Indonesia sebanyak 1.500-2.000 kata
  7. Menyusun rencana studi yang memuat alasan pemilihan program studi, topik yang akan ditulis dalam tesis atau bentuk lainnya, rencana studi (study plan) dari awal semester hingga selesai, serta aktivitas non-akademik yang direncanakan (2-3 halaman)
  8. Tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan atau beasiswa dari sumber lainnya
  9. Tidak sedang atau akan mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama menjadi Calon Penerima atau Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit
  10. Menyetujui Pernyataan Komitmen dan Integritas pada aplikasi pendaftaran

Dokumen yang harus disiapkan

Melansir dari laman Beasiswa Kemenag, calon pendaftar harus menyiapkan berbagai dokumen penting untuk proses pendaftaran. Dokumen-dokumen tersebut meliputi:

1. Dokumen Identitas:

  1. Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga bagi WNI

2. Dokumen Akademik:

  1. Scan asli Ijazah S1 atau D4
  2. Scan asli Transkrip Nilai dari perguruan tinggi terakreditasi
  3. Scan asli Hasil Keputusan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri (bagi lulusan Luar Negeri)

3. Dokumen Kompetensi dan Kesehatan:

  1. Scan asli Sertifikat Kompetensi Bahasa Inggris/Arab yang dipersyaratkan dan masih berlaku
  2. Scan asli Surat Keterangan Sehat Jasmani

4. Dokumen Pendukung:

  1. Scan asli Surat Pernyataan Komitmen dan Integritas
  2. Scan asli Rekomendasi (2 surat)
  3. Scan asli Rencana Studi
  4. Scan asli Personal Statement/Esai Motivasi Diri
  5. Scan asli Surat Keterangan bagi Pendaftar Khusus (jika ada)
Informasi dokumen lengkapnya bisa diakses melalui link berikut: https://beasiswa.kemenag.go.id/dokumen-unduhan/

Jadwal kegiatan beasiswa

Berikut adalah jadwal lengkap kegiatan Program Beasiswa Double Degree Split-Site Master's Cohort 10 Tahun 2026:
  1. Sosialisasi: 20 Januari-15 Februari 2026
  2. Pendaftaran Beasiswa: 25 Januari-15 Februari 2026
  3. Seleksi Administrasi: 15-17 Februari 2026
  4. Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 18 Februari 2026
  5. Seleksi Tes Akademik/Skolastik: 20 Februari 2026:
  6. Pengumuman Hasil Tes Akademik/Skolastik: 21 Februari 2026
  7. Seleksi Wawancara: 23-25 Februari 2026
  8. Seleksi Substansi, JST Interview (offline), IELTS Test: pertengahan April-segera diumumkan
  9. Pengumuman Kelulusan: Juni 2026
Itulah informasi terkait beasiswa double degree yang dibuka Kemenag. Yuk, segera daftar ya! (Bramcov Stivens Situmeang)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan