Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. DOK Setneg
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. DOK Setneg

Profil Dino Patti Djalal, Bapak Diaspora yang Disindir Seskab Teddy 'Wamenlu 3 Bulan'

Renatha Swasty • 02 Juni 2026 18:18
Ringkasnya gini..
  • Tanggapan Teddy terhadap kritik Dino menjadi sorotan karena dibuka dengan menyidir masa bakti Dino sebagai wakil menteri luar negeri.
  • Dino pernah juru bicara pemerintah dalam Referendum Timor Timur tahun 1999.
  • Dino juga dikenal sebagai Bapak Diaspora Indonesia berkat perannya dalam menyatukan jaringan warga Indonesia di seluruh dunia.
Jakarta: Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal kembali memberikan kritiknya kepada Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, Dino mengkritik Presiden yang kerap kunjungan ke luar negeri. 
 
Dalam unggahannya di akun Instagram @dinopattidjalal, Dino meminta Prabowo mengurangi perjalanan ke luar negeri.  Dia menuturkan sejak menjabat sebagai Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan Prabowo di luar negeri. 
 
Sehingga, tidak heran kalau ada yang beranggapan ini tidak lazim dan di luar batas kewajarandan. Dia menuturkan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi  yang sama tingginya. 

"Kami mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," kata Dino dikutip, Selasa, 2 Juni 2026. 
 
Kritik itu ditanggapi langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Dalam video berdurasi 6 menit 54 detik itu, Teddy meluruskan sejumlah hal. 
 
Tanggapan Teddy menjadi sorotan karena dibuka dengan menyidir masa bakti Dino sebagai wakil menteri luar negeri. 
 
"Karena saya dimention oleh Pak Dubes Dino, saya mau meluruskan beberapa hal. Sebelumnya terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy. 
 
Sebenarnya siapa Dino Patti Djalal? Yuk intip profilnya berikut ini:

Profil Dino Patti Djalal

Mengutip laman diaspora.id, Dino Patti Djalal merupakan salah satu tokoh diplomasi paling berpengaruh di Tanah Air. Dino lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965.
 
Dino adalah putra diplomat senior yang telah mengukir perjalanan panjang dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui jalur akademik, pemerintahan, hingga gerakan komunitas.
 

Rekam jejak pendidikan dan karier Dino Patti Djalal 

Ketertarikan Dino pada dunia politik internasional dibentuk oleh latar belakang pendidikannya yang mumpuni. Ia meraih gelar sarjana dari Carleton University (Kanada), magister dari Simon Fraser University, dan gelar Doktor dari London School of Economics (Inggris).
 
Karier diplomasinya dimulai pada 1987 di Departemen Luar Negeri, saat ia mencuri perhatian publik saat menjadi juru bicara pemerintah dalam Referendum Timor Timur tahun 1999.
 
Puncak karier birokrasinya adalah saat ia dipercaya menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bidang Urusan Internasional, sekaligus menjadi juru bicara presiden dengan masa jabatan terlama. Kiprahnya berlanjut sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada tahun 2010 hingga 2013 yang berhasil mempererat hubungan bilateral kedua negara. Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan Bintang Jasa Utama dan Bintang Mahaputra Adipradana.
 
Dino menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia dari 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014. Dia ia menggantikan Wardana yang mengemban tugas baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki.
 
Setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014, Dino tidak berhenti berkontribusi. Ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang kini tumbuh menjadi komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia. Melalui platform ini, ia melahirkan inisiatif populer seperti program Supermentor dan konferensi kebijakan luar negeri tahunan.
 
Dino juga dikenal sebagai Bapak Diaspora Indonesia berkat perannya dalam menyatukan jaringan warga Indonesia di seluruh dunia melalui Kongres Dunia Diaspora. Di sisi kemanusiaan, ia menggagas 1000 Abrahamic Circles untuk mempromosikan toleransi antarumat beragama di level global.
 
Di luar meja perundingan, Dino adalah penulis produktif dengan 11 karya buku, termasuk buku kepemimpinan fenomenal berjudul Harus Bisa yang terjual jutaan eksemplar. Ia bahkan sempat merambah dunia hiburan dengan menjadi host di Mola TV dan mewawancarai sejumlah bintang papan atas Hollywood.
 
Itulah profil Dino Patti Djalal. Semoga informasi ini bermanfaat yaa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA