Coretan dinding tentang Marsinah. Dok Media Indonesia.
Coretan dinding tentang Marsinah. Dok Media Indonesia.

May Day 2026, Ini Daftar Tokoh Aktivis Buruh Nasional yang Berjasa Perjuangkan Hak Pekerja

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 April 2026 11:02
Ringkasnya gini..
  • Mengenal tokoh-tokoh ikonik seperti Raden Mas Soerjopranoto sang "Raja Mogok" dan Semaoen yang membangun militansi serikat buruh sejak awal abad ke-20.
  • Peran vital SK Trimurti sebagai Menteri Perburuhan pertama dalam melahirkan UU ketenagakerjaan, jam kerja 7 jam sehari, serta penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
  • Mengenang pengorbanan Marsinah sebagai martir hak buruh perempuan dan perjuangan Muchtar Pakpahan dalam mendirikan serikat buruh independen di tengah tekanan rezim.
Jakarta: Menjelang peringatan May Daru atau Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, penting bagi kita untuk menengok kembali sejarah panjang perjuangan kaum pekerja di Indonesia.
 
Tanpa pergerakan mereka, mesin revolusi Indonesia tidak akan bergerak hingga ke titik kemajuan seperti saat ini. Mereka bukan sekadar aktivis, melainkan pahlawan yang berdiri tegak di barisan depan melawan kolonialisme hingga kapitalisme modern.
 
Berikut adalah enam nama penting yang telah menorehkan jejak kuat dalam sejarah gerakan buruh Indonesia:

Raden Mas Soerjopranoto

Lahir pada 1871 dari kalangan bangsawan, ia memilih mengorganisir buruh daripada menjadi pegawai pemerintah. Ia mendirikan Arbeidsleger (tentara buruh) pada 1918 untuk membantu korban PHK dan memimpin Personeel Fabriek Bond (PFB) yang membuat Belanda kewalahan dengan aksi mogok massalnya, sehingga ia dijuluki sebagai Raja Mogok (De Stakingskoning).

Semaoen

Lahir pada 1899, mantan juru tulis perusahaan kereta api ini dikenal sebagai orator hebat. Ia memimpin serikat buruh VSTP hingga memiliki 93 cabang dan menulis panduan Penuntun Kaum Buruh (1920) yang menjadi kompas bagi buruh dalam mengorganisir diri secara politik.

SK Trimurti

Lahir di Boyolali pada 1912, jurnalis ini menjabat sebagai Menteri Perburuhan pada 1947–1948. Ia melahirkan UU No. 33 Tahun 1947 tentang ganti rugi kecelakaan kerja serta UU No. 12 Tahun 1948 yang mengatur jam kerja maksimal dan menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional di Indonesia.
 

Setiadjit Soegondo

Berasal dari keluarga bangsawan, Setiadjit aktif dalam gerakan sosialis di Belanda sebelum kembali ke Indonesia. Ia membidani lahirnya Partai Buruh Indonesia (PBI) dan SOBSI pada 1946, yang kelak tumbuh menjadi gerakan buruh terbesar dalam sejarah tanah air.

Marsinah

Buruh pabrik arloji di Sidoarjo ini adalah sosok energik yang lantang menyuarakan kenaikan upah dan hak cuti perempuan. Perjuangannya terhenti secara tragis ketika ia ditemukan meninggal dengan luka penyiksaan berat pada 8 Mei 1993, menjadikannya simbol abadi perlawanan buruh terhadap ketidakadilan.

Muchtar Pakpahan

Lahir pada 1953, advokat ini mendedikasikan hidupnya untuk bantuan hukum gratis bagi buruh. Di masa Orde Baru yang ketat, ia berani mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) pada 1992 dan terus memimpin aksi-aksi besar meski harus berulang kali mendekam di penjara.

Peringatan Hari Buruh Nasional pada 1 Mei 2026 ini adalah pengingat bahwa kesejahteraan ekonomi hari ini dibangun di atas peluh dan pengorbanan para tokoh tersebut. Mari jadikan momentum ini untuk mempertegas komitmen dalam menjaga martabat dan hak-hak seluruh pekerja Indonesia.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan