Guru tengah mengajar di depan kelas. Foto: MI/Gino Hadi
Guru tengah mengajar di depan kelas. Foto: MI/Gino Hadi

Guru Bahasa Inggris di Indonesia Naik Level, Didorong Punya Standar Eropa

Ilham Pratama Putra • 24 April 2026 08:47
Ringkasnya gini..
  • Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting bagi guru di tengah tuntutan pendidikan global
  • Penguasaan bahasa Inggris dapat menjadi pendukung kualitas pengajaran semata
  • Guru dengan kompetensi bahasa Inggris yang baik berpengaruh terhadap kemampuan para siswa
Jakarta: Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting bagi guru di tengah tuntutan pendidikan global. Penguasaan bahasa Inggris tentu bukan sekadar pendukung kualitas pengajaran semata, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para guru. 
 
Jika guru memiliki kompetensi bahasa Inggris yang baik, maka keuntungannya tak hanya untuk guru itu sendiri. Melainkan juga berpengaruh terhadap para siswa. 
 
Kebutuhan akan kompetensi bahasa Inggris itu dijawab melalui Program Guru Transformasional.  Program yang digagas PT Pegadian ini pun telah menunjukkan hasil signifikan.

"Mayoritas peserta pelatihan mengalami peningkatan kemampuan dari level A2 ke B1 berdasarkan standar internasional Common European Framework of Reference for Languages (CEFR)," kata Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, dalam keterangannya Kamis 23 April 2026.
 
Capaian tersebut juga menjadi sorotan dalam gelaran English Festival and Closing Ceremony yang digelar di Surabaya pada 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi puncak pelaksanaan program yang menyasar guru Bahasa Inggris di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Surabaya dan Sidoarjo.
 
Baca juga: 
 

 
Ahmad melanjutkan, jika peningkatan level kemampuan bahasa ini menjadi indikator konkret keberhasilan program yang diberikan kepada guru. Semua guru kata dia mengalami peningkatan level kemampuan. 
 
“Ternyata hasilnya bagus ya, semula mayoritas level A2 menjadi level B1,” tegas Ahmad.
 
Program pelatihan ini melibatkan 30 guru dari 13 MTs dan 6 MA di Surabaya dan Sidoarjo. Selama delapan bulan para guru mengikuti pelatihan dan pendampingan secara hybrid melalui platform Guru Binar. 
 
"Fokus utama program adalah penguatan kompetensi bahasa Inggris sekaligus penerapan metode pembelajaran yang lebih inovatif di kelas," ungkapnya.
 
Ahmad berharap peningkatan kapasitas guru berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa. Sehingga pembelajaran dapat lebih berkembang dengan kemampuan bahasa Inggris. 
 
“Kami berharap para guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan kemampuan serta kepercayaan diri siswa,” katanya.
 
Sebagai bagian dari evaluasi, para peserta juga mengikuti tes bahasa Inggris berstandar internasional yang difasilitasi oleh British Council. Hasil tes ini menjadi tolok ukur objektif dalam melihat perkembangan kompetensi peserta selama program berlangsung.
 
Baca juga: 
 

Antusiasme peserta juga menjadi indikator keberhasilan program. Salah satu peserta, Erda Kustiah, guru dari MTs Darut Tauhid Surabaya, mengaku pelatihan ini menjawab kebutuhan yang selama ini jarang terpenuhi.
 
“Pelatihan bahasa Inggris sangat jarang kami dapatkan. Kami jadi lebih percaya diri saat mengajar, dan siswa juga terlihat lebih senang saat belajar di kelas,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, pelatihan yang ia dapatkan berfokus langsung pada kemampuan bahasa Inggris. Hal ini menjadi pengalaman berharga dibandingkan pelatihan yang selama ini pernah diikutinya. 
 
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kepala Bidang Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sugiyo, mengapresiasi kontribusi Pegadaian dalam peningkatan kualitas guru madrasah.
 
“Kami mendukung penuh dan mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian yang telah memberikan pelatihan berbahasa Inggris untuk guru-guru MTs dan MA,” ujarnya.
 
Sebagai puncak kegiatan, English Festival digelar untuk merefleksikan hasil pembelajaran melalui berbagai kompetisi. Seperti Spelling Bee, School Feud, hingga News Anchor yang melibatkan siswa dan guru dari sekolah peserta.
 
Melalui program ini, PT Pegadaian tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas guru. Tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah. 
 
"Ke depan, program serupa diharapkan dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak guru dan wilayah," pungkas Sugiyo.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan