Hotel De Djokja. DOK: dedjokja.com
Hotel De Djokja. DOK: dedjokja.com

Liburan Sekolah! Rekomendasi 3 Hotel Cagar Budaya, Menginap Sambil Mengenal Sejarah

Renatha Swasty • 07 Juli 2026 17:03
Ringkasnya gini..
  • Indonesia memiliki beberapa hotel unik yang cocok dikunjungi bersama seluruh anggota keluarga.
  • Hotel-hotel ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan bangunan kuno yang telah berdiri kokoh selama lebih dari seratus tahun.
  • Selain arsitekturnya yang memukau, bangunan-bangunan ini juga resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Jakarta: Liburan sekolah sebentar lagi usai dan anak-anak harus bersiap kembali belajar. Memanfaatkan sisa waktu untuk berlibur bersama keluarga adalah pilihan yang sangat tepat. 
 
Menginap di hotel bersejarah bisa menjadi pilihan yang jauh lebih menarik ketimbang beraktivitas seperti biasa. Di sana, keluarga bisa bersantai sekaligus mengajak anak-anak mengenal sejarah dengan cara menyenangkan.
 
Indonesia memiliki beberapa hotel unik yang cocok dikunjungi bersama seluruh anggota keluarga. Hotel-hotel ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan bangunan kuno yang telah berdiri kokoh selama lebih dari seratus tahun.

Selain arsitekturnya yang memukau, bangunan-bangunan ini juga resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Dinding-dindingnya pernah menjadi saksi hidup dari berbagai peristiwa penting bagi kemerdekaan Indonesia.
 
Sebagai penutup liburan yang sebentar lagi usai, berikut tiga rekomendasi hotel legendaris yang wajib dikunjungi bersama keluarga. Ketiganya menawarkan pengalaman menginap berbeda, lengkap dengan kisah sejarah yang dikutip dari unggahan akun Instagram @kemenkebud

3 Rekomendasi Hotel Legendaris untuk Belajar Sejarah

1. Hotel Savoy Homann di Bandung, Jawa Barat


Liburan Sekolah! Rekomendasi 3 Hotel Cagar Budaya, Menginap Sambil Mengenal Sejarah
DOK: jabarprov.go.id
 
Hotel yang berada di jantung kota Bandung ini sudah berdiri sejak tahun 1880 dengan nama awal Hotel Pos Road. Bentuk bangunannya yang terlihat keren dan modern seperti sekarang merupakan hasil rancangan arsitek terkenal, A.F. Aalbers, pada tahun 1938.
 
Hotel ini punya cerita sejarah yang mendunia. Saat Konferensi Asia-Afrika (KAA) digelar pada tahun 1955, hotel ini dipilih menjadi tempat menginap para pemimpin dunia. Tokoh-tokoh besar seperti Presiden Soekarno, Gamal Abdul Nasser dari Mesir, Jawaharlal Nehru dari India, Chou En Lai dari Tiongkok, hingga Sir John Kotelawala dari Sri Lanka pernah menginap di sini.
 

2. Hotel Majapahit di Surabaya, Jawa Timur


Liburan Sekolah! Rekomendasi 3 Hotel Cagar Budaya, Menginap Sambil Mengenal Sejarah
DOK: Accor
 
Bagi yang sedang berada di Jawa Timur, Hotel Majapahit di Surabaya ini wajib masuk daftar kunjungan. Hotel ini pertama kali dibuka pada tahun 1911 dengan nama Hotel Oranje oleh Lucas Martin Sarkies, seorang pelopor bisnis perhotelan di Asia Tenggara.
 
Pada tahun 1937, hotel ini diperluas dengan menambahkan lobi cantik bergaya Art Deco yang sangat populer pada masanya. Di masa penjajahan Jepang tahun 1942, namanya sempat diubah menjadi Hotel Yamato.
 
Di sinilah terjadi peristiwa heroik yang sangat terkenal dalam sejarah kemerdekaan. Pada 19 September 1945, arek-arek Suroboyo dengan berani merobek warna biru pada bendera Belanda yang berkibar di atas hotel, sehingga menyisakan warna Merah dan Putih. Setelah beberapa kali berganti konsep, tempat penuh sejarah perjuangan ini resmi dinamai Hotel Majapahit sejak tahun 2006.

3. Grand Hotel De Djokja di Yogyakarta, DI Yogyakarta

Sebelum menjadi hotel mewah, tempat ini awalnya merupakan kompleks penginapan kecil (cottage) milik C. V. Marbak pada tahun 1910, lalu resmi dibuka sebagai hotel setahun kemudian. Menurut catatan koran zaman dulu, De Express, ini adalah hotel terbesar dan paling mewah pertama yang ada di Yogyakarta.
 
Saking mewahnya, dulu hotel ini hanya boleh menerima tamu-tamu penting seperti gubernur dan pejabat militer Belanda saja. Berdasarkan berita dari surat kabar lawas Algemeen Handelsblad voor Ned-Indie, bangunan ini sempat direnovasi besar-besaran sejak tahun 1929, salah satunya dengan menambahkan kanopi bulat ikonik di pintu utama.
 
Hebatnya, sampai saat ini keaslian arsitekturnya masih dirawat dengan sangat baik, termasuk bagian langit-langit atau plafon kaca patri indahnya yang bisa dilihat langsung di area lobi penjemputan tamu.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai hotel legendaris yang bisa digunakan untuk liburan sambil belajar sejarah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA