Tanggal. DOK Medcom
Tanggal. DOK Medcom

Apa Itu Cekelong? Ternyata Penanda Waktu Bukan Cuma 'Besok' dan 'Lusa'

Renatha Swasty • 30 Juni 2026 14:19
Ringkasnya gini..
  • Bahasa Indonesia mempunyai banyak penanda waktu lho.
  • Penanda waktu di Bahasa Indonesai mulai dari Kila Mulai, Selumbari, Tulat, Tubin, hingga Cekelong.
  • Mengenal istilah-istilah penanda waktu dalam Bahasa Indonesia penting untuk memperkaya kosakata dan melestarikan Bahasa Indonesia.
Jakarta: Sobat Medcom pasti sudah tidak asing dengan kata kemarin, besok, atau lusa dalam percakapan sehari-hari. Nah, kalau ingin menyebut lima hari setelah hari ini, apakah kamu tahu istilahnya?
 
Mungkin banyak yang belum tahu. Lima hari setelah hari ini dalam Bahasa Indonesia disebut cekelong. 
 
Bahasa Indonesia mempunyai banyak penanda waktu lho. Sayangnya, penanda waktu ini jarang digunakan sehingga terdengar asing dan banyak yang tidak tahu.

Nah, untuk menambah wawasan kamu terkait kekayaan Bahasa Indonesia, berikut sembilan penanda waktu dan penjelasan singkatnya yang bakal berguna untuk memperkaya kosakata dilansir dari akun Instagram @ditsmp.kemendikdasmen dan laman KBBI berikut ini:

9 istilah pendanda waktu dalam Bahasa Indonesia

1. Kila Mulai

Kila Mulai menunjukkan waktu tiga hari sebelum hari ini. Jadi, kalau hari ini Selasa, tiga hari sebelum adalah Sabtu. 

2. Selumbari

Melansir laman KBBI, selumbari adalah kata benda yang berarti kemarin dulu. Dengan kata lain, selumbari bisa diartikan sebagai dua hari yang lalu atau dua hari sebelum hari ini. 
 
Apabila hari ini adalah hari Senin, maka selumbari berarti hari Sabtu. Sebagai contoh penggunaannya: “Andi membeli buku itu selumbari, namun baru dibacanya hari ini.”

3. Kemarin

Kemarin tentu sudah sangat familiar di telinga kita. Kata kemarin berarti hari sebelum hari ini. Apabila hari ini adalah hari Senin, maka kemarin adalah hari Minggu. 
 
Selain itu, ada juga istilah “kemarin dulu” yang berarti satu hari yang lalu. Jika hari ini adalah hari Senin, maka kemarin berarti hari Minggu. Sebagai contoh: “Lita merayakan ulang tahunnya kemarin.”

4. Hari ini

Hari ini adalah kata ganti keterangan waktu untuk tidak menyebut nama di hari yang sama. Misal hari ini adalah hari Sabtu, maka contoh penggunaannya: Budi ingin pergi ke PRJ hari ini. 

5. Besok

Kata besok merupakan hari sesudah hari ini atau yang sering disebut esok hari. Jika hari ini hari Kamis, maka besok adalah hari Jumat. 
 
Kata besok juga bisa memiliki arti kiasan yaitu saat yang akan datang atau kelak, seperti dalam kalimat “Menabunglah untuk persediaan hari besok.” Sebagai contoh: “Fahra akan pergi ke perpustakaan besok.”

6. Lusa

Lusa juga menjadi kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari baik secara lisan maupun tulisan. Melansir KBBI, lusa berarti dua hari setelah hari ini. 
 
Jika hari ini hari Senin, maka lusa berarti hari Rabu. Sebagai contoh penggunaannya: “Lusa nenek akan berkunjung ke rumahku.”

7. Tulat

Kata tulat atau disebut juga dengan langkat mungkin jarang diketahui dan digunakan. Kata ini berarti hari sesudah lusa atau tiga hari setelah hari ini. 
 
Jika hari ini hari Senin, maka tulat adalah hari Kamis. Sebagai contoh: “Aku tidak bisa datang besok, aku akan datang tulat.”

8. Tubin

Tubin berarti empat hari dari hari ini. Jika hari ini adalah hari Senin, maka tubin berarti hari Jumat. 
 
Sebagai contoh penggunaannya: “Rapat evaluasi akan dilaksanakan tubin, setelah semua data sudah dikumpulkan.”

9. Cekelong

Kata cekelong artinya lima hari setelah hari ini. Jika hari ini adalah hari Senin, maka cekelong berarti hari Sabtu. Sebagai contoh: “Pernikahan Adit akan dilaksanakan cekelong.”
 
Mengenal istilah-istilah penanda waktu dalam Bahasa Indonesia penting untuk memperkaya kosakata dan melestarikan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semoga bermanfaat yaa.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA