Ilustrasi belajar daring. MI/Sumaryanto
Ilustrasi belajar daring. MI/Sumaryanto

Disdik: Pembelajaran Daring di Yogyakarta Berpotensi Diperpanjang

Antara • 04 Maret 2022 17:46
Jakarta: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta membuka peluang pembelajaran daring penuh untuk jenjang SD dan SMP diperpanjang hingga pekan depan. Perpanjangan lantaran kasus covid-19 masih cukup tinggi.
 
“Kami akan evaluasi lagi bagaimana kondisi hingga Senin (7 Maret 2022). Tetapi jika melihat kasus harian yang masih cukup tinggi hingga saat ini, maka bisa saja pembelajaran daring diperpanjang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budhi Asrori di Yogyakarta dikutip dari Antara, Jumat, 4 Maret 2022.
 
Pembelajaran daring di Kota Yogyakarta kembali digelar penuh pada 1-7 Maret 2022. Hal itu lantaran tingginya kasus harian covid-19 di Kota Yogyakarta maupun di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada beberapa hari terakhir, temuan kasus aktif juga masih tinggi. Bisa 2.500 sampai 2.700 kasus per hari. Tentunya ini juga menjadi pertimbangan kami dalam evaluasi nanti,” kata dia.
 
Dia mengatakan sudah menandatangani surat izin isolasi mandiri untuk 20 guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP hari ini. “Jadi, memang penularan masih ada,” kata dia.
 
Budhi berharap pembelajaran daring dapat membantu upaya pemerintah daerah terus menekan penularan covid-19. Sehingga kasus semakin turun.
 
“Apalagi varian Omicron ini sangat mudah menular. Meskipun demikian, jika ada temuan kasus di sekolah, maka dapat terlacak dengan mudah karena siapa pun yang beraktivitas di sekolah sudah terdata,” kata dia.
 
Dia mengakui pembelajaran daring berpotensi menurunkan kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta. Sebab, penyampaian materi hanya bisa dilakukan sekitar 70 persen.
 
"Ada beberapa materi pelajaran yang sulit jika harus disampaikan secara daring," kata dia.
 
Pengukuran kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta saat pembelajaran daring akan dilakukan melalui penelitian dari kementerian. Penelitian bekerja sama dengan lembaga riset dengan melakukan penilaian terhadap beberapa indikator.
 
"Jika dilihat dari perbandingan nilai asesmen daerah pada 2019 dan 2021, memang ada penurunan nilai," kata dia.
 
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan akan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran daring. “Akan dilakukan verifikasi lagi terkait protokol kesehatan di sekolah sebagai pertimbangan pembelajaran tatap muka,” kata dia.
 
Haryadi meminta seluruh proses pembelajaran tatap muka dihentikan meskipun hanya ada satu temuan kasus covid-19 di sekolah tersebut. Hingga Kamis, 3 Maret 2022 kasus aktif harian covid-19 di Kota Yogyakarta tercatat 3.874 kasus.
 
Baca: Tips Maksimalkan Belajar Anak di Rumah dengan Memahami Fungsi Hipotalamus
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif