Ilustrasi belajar. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi belajar. Medcom.id/M Rizal

Tips Maksimalkan Belajar Anak di Rumah dengan Memahami Fungsi Hipotalamus

Renatha Swasty • 22 Februari 2022 16:26
Jakarta: Kasus covid-19 yang masih terus melonjak memaksa pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan. Anak kembali belajar dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
 
Orang tua dapat memaksimalkan belajar anak dengan memahami fungsi hipotalamus. Yakni salah satu bagian otak yang berfungsi mengeluarkan hormon dalam mengendalikan organ dan sel tubuh.
 
"Meskipun memiliki ukuran yang kecil, namun memiliki sejumlah kendali untuk memberikan respons terhadap berbagai stimulus, mengatur sistem endokrin (hormonal) dan mengontrol sistem saraf otonom seperti suhu tubuh, asupan makanan, rasa haus, mengontrol emosi," jelas dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kartika Rinakit Adhe dikutip dari laman unesa.ac.id, Selasa, 22 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kartika menyebut jika hipotalamus tidak bekerja maksimal atau terhenti, segala fungsi pada tubuh akan mengalami gangguan. Hipotalamus dalam otak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan. Seperti ukuran hipotalamus laki-laki lebih besar dan keberadaan hormon oksitosin.
 
“Ini yang menyebabkan laki-laki lebih mudah lapar, oleh karenanya dalam menasihati anak laki-laki pantang dilakukan saat dia lapar," tutur dia.
 
Begitupula hormon oksitosin bergabung dengan testoteron. Hal ini menyebabkan laki-laki lebih agresif, sedangkan apabila bergabung dengan estrogen membentuk karakter perempuan lebih tenang dan menciptakan lingkungan yang menenangkan.
 
"Karakter ini penting untuk dipahami orang tua, sehingga penyampaian informasi pada anak dapat berjalan lebih optimal," tutur Kartika.
 
Dia mengungkapkan metode pembelajaran sesuai jenis kelamin dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan proses belajar. Kartika menyebut untuk anak laki-laki biasanya akan menyenangi model praktikum, aktivitas hands on, membuat desain objek, dan kegiatan olahraga.
 
"Sedangkan perempuan karena memiliki kekuatan hafalan yang lebih tinggi, maka mereka akan lebih menyukai kegiatan presentasi, diskusi, kepenulisan, dan kesenian” kata Kartika.
 
Dia mengatakan pemrosesan informasi antara anak laki-laki dan perempuan juga memiliki perbedaan. Anak laki-laki sulit memahami kata-kata yang terlalu panjang dan bertele-tele.
 
"Jadi, saat berkomunikasi usahakan bicara to the point dan gunakan kalimat yang mudah dimengerti anak,” tutur Kartika.
 
Sebaliknya, perempuan cenderung lebih baik dalam mengingat, memahami, dan mengetahui cara merespons yang benar dalam segala situasi sosial. Maka, agar komukasi bisa diterima anak perempuan baiknya lakukan dengan mendekati anak perlahan dan ajak bicara dari hati ke hati.
 
"Berbicara dari hati ke hati dengan nada bicara yang lembut. Hal tersebut cenderung membuat anak melunak,” ucap dia.
 
Baca: Mengenal Bagian Otak Hipotalamus: Pengertian dan Hormon yang Dihasilkan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif