Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id

Hasil Asesmen Nasional 2021: 24,4% Siswa Alami Perundungan dan Kekerasan Seksual

Renatha Swasty • 01 April 2022 14:26
Jakarta: Perundungan dan pelecehan seksual masih menjadi masalah dalam pendidikan di Indonesia. Hasil Asesmen Nasional (AN) 2021 menunjukkan perundungan dan pelecehan seksual masih banyak terjadi di lingkungan sekolah.
 
"Perundungan isu serius, dari hasil survei 24,4 persen berpotensi mengalami insiden perundungan dalam setahun terkahir," kata Mendikbudristek, Nadiem Makarim dalam konferensi pers Merdeka Belajar Episode 19: Peluncuran Rapor Pendidikan Indonesia, Jumat, 1 April 2022.  
 
Nadiem menuturkan dalam AN peserta diminta menjawab tiga hal terkait perundung. Pertanyaan itu, yakni seberapa sering kamu memiliki pengalaman-pengalaman berikut ini di sekolah:
  1. Saya dipukul atau ditendang atau didorong oleh siswa lain di sekolah
  2. Saya diancam oleh siswa lain
  3. Siswa lain mengambil atau merusak barang-barang milikku.
Nadiem menuturkan dari pertanyaan-pertanyaan itu 24,4 persen peserta didik masih mengalaminya. Dia menyebut ada korelasi yang sangat tinggi antara tingkat pemahaman sekolah dari konsep perundungan dengan insidensi perundungan.
 
"Semakin sekolah memahami konsep perundungan, semakin ada awarness pemahaman penerimaan suatu masalah semakin rendah insidensi perundungan di sekolah tersebut," tutur Nadiem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menegaskan, bahwa penting bagi sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk membahas isu dan mengerti perundungan, serta akan menurunkan insidensi perundungan di sekolah.
 
Nadiem menuturkan hal yang juga menjadi masalah ialah kekerasan seksual. "Sebesar 22,4 persen peserta didik menjawab 'pernah' pada pertanyaan survei yang menunjukkan potensi insiden kekerasan seksual," tutur Nadiem.
 
Nadiem menuturkan ada dua hal dalam AN yang ditanyakan ke peserta didik:
  1. Apakah siswa lain/pendidik/orang dewasa lain di sekolahmu pernah menunjukkan bagian tubuh tertentu atau hal-hal seksual lain secara langsung?
  2. Apakah siswa lain/pendidik/orang dewasa lain di sekolahmu pernah menunjukkan bagian tubuh tertentu atau hal-hal seksual lain secara tidak langsung (misal melalui gambar/video di HP atau media sosial?
"Ini isu penting yang harus didalami. Potensi kekerasan seksual harus jadi topik penting bagi setiap kepala sekolah, guru di sekolah kita," kata Nadiem.
 
Nadiem menyebut dari hasil analisa, semakin sekolah mengimplementasi program pencegahan kekerasan seksual, semakin guru dan kepala sekolah membahas isu ini, semakin membuat program pencegahan kekerasan seksual, mendiskusikan kepada murid dan orang tua, maka insidensi itu akan menurun drastis.
 
"Sama seperti perundungan dengan adanya awarness, kesadaran, proaktif mengambil tindakan, dan program menangani kekerasan seksual berdampak besar pada insidensi," tutur Nadiem.
 
Baca: Hasil Asesmen Nasional 2021: Literasi Numerasi SD Butuh Perhatian Serius
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif