Tangkal Radikalisme, UB <i>Monitoring</i> Kegiatan Pengajian
Rektor Tepilih Universitas Brawijaya (UB), Nuhfil Hanani, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Malang: Sempat masuk ke dalam daftar salah satu dari tujuh Perguruan Tinggi Negeri yang telah terpapar radikalisme versi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membuat Universitas Brawijaya terus berbenah diri.  Termasuk menerapkan empat jurus untuk mencegah berkembangnya radikalisme, salah satunya mengawasi kegiatan pengajian di lingkungan kampus.

Rektor Tepilih Universitas Brawijaya (UB), Nuhfil Hanani mengaku pihaknya memiliki setidaknya empat cara untuk menangkal radikalisme di kampus.  "Ada empat cara. Yakni profilling sivitas akademika, pembentukan psychology centre, penyelenggaraan diskusi terbuka dan monitoringpengajian," kata Nuhfil saat dikonfirmasi, Rabu, 20 Juni 2018.


Pertama, profilling civitas akademika bertujuan untuk mengetahui pandangan dosen, tenaga administrasi, dan mahasiswa mengenai paham radikal. Profilling penting sebagai langkah awal untuk menentukan model pendampingan kepada sivitas akademika.

"Kedua, pembentukan psychology centre, dibentuk sebagai wadah pemberian konsultasi dan pendampingan sivitas akademika yang mengalami masalah psikologi," ujarnya.

Ketiga, penyelenggaraan diskusi terbuka bertujuan untuk memberikan ruang bebas bagi sivitas akademi dalam membahas agama dan ideologi-ideologi penting. Selain itu untuk mewujudkan diskusi dan memberikan pemahaman secara kompeherensif mengenai agama dan berbagai ideologi.

"Harapannya adalah kesalahan pemahaman terhadap agama atau ideologi tertentu dapat dihindari dengan diskusi terbuka," ungkapnya.

Baca: Rektor UB: Jika Labil Mudah Didekati Agen Teroris

Terakhir, adalah monitoring pengajian yang dilakukan, untuk mencegah kajian radikalisme yang bersifat ekslusif melalui pengajian-pengajian kelompok kecil (halaqoh).

Selain itu, dalam mengatasi gerakan radikal, UB juga menggunakan beberapa pendekatan. Antara lain, pendekatan sosiologis, keamanan, akademik dan psikologis.

Sebelumnya, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) menyebutkan, sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) telah terpapar radikalisme.



(CEU)