Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Wisuda Unikom Mahal, Rektor Angkat Bicara

Pendidikan Pendidikan Tinggi Wisuda
Citra Larasati • 04 Oktober 2020 09:22
Jakarta:  Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Eddy Soeryanto Soegoto akhirnya angkat bicara, merespons polemik mahalnya biaya wisuda daring di kampusnya.  Jawaban rektor ini merespons video seorang ibu yang diduga orang tua mahasiswa sedang marah-marah sambil memegang toga, karena memprotes biaya wisuda yang mahal tersebut.
 
Eddy mengatakan, bahwa apa yang disampaikan di dalam video tersebut tidak sepenuhnya benar.  Angka Rp3.770.000 yang disebut sang ibu tak sepenuhnya untuk biaya wisuda.
 
"Tidak benar. Yang benar itu Rp2.695.000 untuk biaya wisuda dan Rp765.000 untuk biaya sidang," kata Eddy kepada Medcom.id, Minggu, 4 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biaya itu, kata Eddy, sama besarnya dengan biaya wisuda semester dan tahun lalu yang digelar secara luring. "Biaya wisuda sama seperti semester dan tahun sebelumnya saat offline.  Biaya wisuda ini ditetapkan sebelum covid-19, jadi nilainya tetap," jelasnya.
 
Eddy mengatakan, viralnya biaya wisuda di kampusnya ini langsung direspons dia dan jajarannya dengan menggelar rapat bersama seluruh unit terkait di Unikom.  Rapat digelar hingga dua kali dalam sehari, yakni pukul 10.30-13.00 WIB dan 18.30-21.30 WIB.
 
Baca juga:  Viral, Video Seorang Ibu 'Ngamuk' Perkara Mahalnya Uang Wisuda di Unikom
 
Rapat tersebut membahas isu yang beredar di media sosial serta alokasi dana wisuda untuk disampaikan ke wisudawan.  "Setiap bagian yang terlibat dalam wisuda diminta menyampaiakan laporan keuangan dan klarifikasi berita di medsos," bebernya.
 
Rapat masih akan berlanjut sore hari ini, Minggu, 4 Oktober 2020.  Sehingga keputusan akhir terkait biaya wisuda ini belum dapat disampaikan. 
 
"Masih ada penggunaan biaya yang belum masuk dan akan diproses oleh bagian terkait besok pagi (hari ini) jam 3.30 PM (15.30 WIB) kita akan rapat finalisasi," terang Eddy.
 
Namun Eddy menegaskan, bahwa biaya tersebut di atas kemungkinan akan tetap. 
"Yang jelas biaya tetap, namun tidak ada kenaikan biaya, walaupun biaya daring lebih tinggi dari luring," tegasnya.
 
Sebelumnya, sebuah video seorang ibu yang marah-marah sambil memegang toga untuk wisuda anaknya yang kuliah di Unikom (Universitas Komputer Indonesia) Bandung diunggah oleh akun @dessykusuma52 di TikTok sejak Jumat, 2 Oktober 2020.  Video tersebut kemudian viral di Twitter dengan diikuti tagar #unikom dan #WisudaUnikomMahal. 
 
Video tersebut berisi seorang ibu yang mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dibayarkan untuk wisuda daring (online) anaknya yang kuliah di Unikom, Bandung.  Besaran uang wisuda tersebut dinilai tidak wajar untuk sebuah wisuda online, karena mencapai Rp3.770.000 dan hanya mendapatkan satu baju toga dan masker.
 
"Imbalannya lah untuk orang tua, penguji untuk orang tua, hasil keringat orang tua yang biayain anak cuma dikasih ini. Demi Allah untuk para atasan di Unikom, demi Allah Saya enggak ridho dan enggak ikhlas kalau uang saya enggak dipulangin. Ini 3.770.000 hanya dapat ini doang. Pak takut keselek ya makan uang penghasilan Saya. Tolong untuk para pejabat di Unikom pulangin uang kami orang tua mahasiswa. itu hak kami," ungkap ibu yang terekam dalam video tersebut.
 
Video tersebut sempat menjadi trending Twitter, kemudian di-retweet oleh warganet dan diikuti dengan sejumlah komentar dan kritikan pedas.  "Kritik diblok, komentar dihapus. Cuma mau minta kejelasan rincian dana wisudasyukur2 bisa cashback, yg 3,8jt kurang 30rb ini yakali wisuda online disamain bayarannya kaya wisuda offline. PTS lain aja masih under 1,5jt bayar wisudanya," kata akun @purjie17 dalam cuitannya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif