Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka di sekolah. Foto: MI
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka di sekolah. Foto: MI

7 Alasan Kemendikbud Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Januari 2021

Pendidikan Virus Korona sekolah Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 20 November 2020 16:48
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri jika sekolah diperbolehkan untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Januari 2021. Setidaknya terdapat tujuh pertimbangan atau alasan Kemendikbud mengizinkan sekolah kembali menggelar PTM.
 
"(PJJ) Kalau terus-menerus dilaksanakan bisa menjadi suatu risiko yang permanen dan risiko pertama adalah ancaman putus sekolah," kata Nadiem konferensi pers daring Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19, Jumat 20 November 2020.
 
Potensi putus sekolah ini dikarenakan dia melihat banyak sekali anak-anak yang harus bekerja atau didorong oleh orang tuanya untuk bekerja di masa PJJ. Hal itu juga tak lepas dari situasi ekonomi keluarga yang memburuk saat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Sekolah Dibuka Januari 2021, Ini Daftar Aturannya
 
Angka putus sekolah itu juga terjadi akibat persepsi orang tua yang menganggap bahwa sekolah tidak berperan penting dalam peningkatan kompetensi anak saat PJJ. Akhirnya anak-anak banyak yang diberhentikan pendidikannya.
 
"Banyak anak dikeluarkan dari sekolah dan risikonya akan meningkat semakin lama," tambahnya.
 
Selanjutnya, PTM harus kembali dilanjutkan karena melihat risiko tumbuh kembang peserta didik. Tumbuh kembang dinilai menjadi tidak merata akibat adanya kesenjangan pendidikan yang menguntungkan peserta didik yang memiliki akses.
 
"Anak-anak kita ada kesenjangan pembelajaran dan harus mengejarnya, itu mungkin sebagian akan ketinggalan dan tidak bisa mengejar kembali pada saat kembali sekolah," jelas Nadiem.
 
Baca juga:Pembukaan Sekolah Tak Ditentukan Zonasi Covid-19, Keputusannya di Pemda
 
Alasan berikutnya PTM ialah adanya tekanan psikososial dan kekerasan dalam keluarga selama PJJ berlangsung. Selain itu, minimnya interaksi dengan guru, teman, lingkungan luar dan tekanan akibat sulit dan besarnya beban PJJ dapat menyebabkan stres pada anak.
 
"Tentunya peningkatan insiden kekerasan yang tidak terdeteksi guru terjadi di dalam rumah tangga juga meningkat dan ini menjadi salah satu pertimbangan kita yang terpenting," pungkas Nadiem.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif