Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto

P2G Desak Anies Hentikan PTM 100% di Jakarta

Pendidikan DKI Jakarta Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka PTM Terbatas
Arga sumantri • 26 Januari 2022 12:07
Jakarta: Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan termasuk kepala daerah sekitar daerah aglomerasi menghentikan skema pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas 100 persen. Pembelajaran diminta kembali dengan skema PTM terbatas dan blended learning.
 
"Kami memohon agar Pak Anies mengembalikan kepada skema PTM Terbatas 50%. Dengan metode belajar Blended Learning, sebagian siswa belajar dari rumah, dan sebagian dari sekolah. Metode ini cukup efektif mencegah learning loss sekaligus life loss," ujar Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim melalui keterangan tertulis, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Satriwan mengatakan, desakan ini atas pertimbangan kasus covid-19 di Jakarta yang terus merangkak naik. Ia menilai PTM kapasitas penuh dalam situasi saat ini juga tidak efektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data yang dihimpun P2G, kata dia. ada beberapa sekolah di Jakarta sudah menghentikan PTM 100 persen sebanyak 2 kali, hanya dalam jarak waktu 2 minggu. Ini terjadi karena siswa dan gurunya positif covid-19.
 
"Ada beberapa sekolah semula PTM 100%, lalu siswa kena covid-19, PTM dihentikan 5×24 jam. Setelah itu PTM lagi, setelah beberapa hari PTM ada siswa positif lagi, terpaksa PTM dihentikan kembali. Ini kan tidak efektif," cetus Satriwan.
 
Baca: P2G: 90 Sekolah di Jakarta Ditutup Akibat Guru dan Siswa Positif Covid-19
 
Ia menilai pelaksanaan skema PTM 100 persen tidak sepenuhnya aman, lancar, dan efektif. P2G juga masih menemukan banyak pelanggaran PTM 100 persen, seperti jaga jarak dan infrastruktur sekolah yang tak memadai. 
 
Contohnya, kata dia, jaga jarak satu meter dalam kelas sulit dilakukan karena ruang kelas relatif kecil ketimbang jumlah siswa. Lalu, ruang sirkulasi udara tidak ada, atau ventilasi udara tidak dibuka karena kelas menggunakan AC. Belum lagi soal siswa berkerumun dan nongkrong bersama sepulang sekolah. Lalu, masih ada kantin sekolah buka secara diam-diam. 
 
"Kondisi demikian akibat lemahnya pengawasan dari Satgas Covid-19 termasuk dinas terkait. Kedisiplinan terhadap prokes harus terus digaungkan, mulai dari rumah, di jalan, angkutan umum, di sekolah, dan pulang sekolah," ungkapnya.
 
Satriwan mengatakan guru-guru dan siswa di DKI Jakarta sudah berpengalaman menggunakan skema PTM terbatas dan blended learning. Para guru dan siswa rata-rata sudah memiliki gawai pintar bahkan laptop/komputer, sinyal internet bagus. 
 
"Relatif tak ada kendala dari aspek infrastruktur digital. Tentu dengan catatan, ada pendampingan orang tua dari rumah selama anak pembelajaran jarak jauh," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif