Associate Profesor di Institute of Industrial Science, The University of Tokyo, Jepang, Muhammad Azis.  Medcom.id/Intan Yunelia.
Associate Profesor di Institute of Industrial Science, The University of Tokyo, Jepang, Muhammad Azis. Medcom.id/Intan Yunelia.

Ilmuwan Diaspora Butuh Kepastian Karier Saat Kembali ke Tanah Air

Pendidikan Pendidikan Tinggi Diaspora
Intan Yunelia • 21 Agustus 2019 20:33
Jakarta: Ilmuwan diaspora Indonesia menyambut positif rencana pemerintah mengundang mereka untuk pulang dan menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Namun, para ilmuwan diaspora ini membutuhkan kepastian jaminan karier sekembalinya ke Tanah Air.
 
“Banyak diaspora yang ingin kembali juga (ke Indonesia). Permasalahannya bukan digaji, tapi masalah utama di kepastian,” kata Ilmuwan diaspora Indonesia di Jepang, Muhammad Aziz saat berbincang-bincang dengan Medcom.id, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
Associate Profesor di Institute of Industrial Science, The University of Tokyo, Jepang ini menyebutkan, salah satu kendala keengganan mereka pulang karena tidak ada jaminan dari pemerintah. Ia menegaskan, jaminan tidak selalu diartikan dengan nominal gaji.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ketika pemerintah bisa memfasilitasi kepastian dengan mekanisme yang jelas dan struktur jelas, akomodatif. Saya kira banyak diaspora yang akan kembali ke Indonesia. Bukan masalah uang hal utama dan jangan menggeser isu itu ke gaji karena kerja di luar pun tidak menjadikan kaya juga,” ujar Aziz.
 
Baca:Menteri Nasir Ajak Ilmuwan Diaspora Jadi Dosen di Indonesia
 
Penerima penghargaan Tokyo Young Excellent Reseacher 2019 ini menyebutkan, gagasan dari pemerintah untuk mengundang diaspora menjadi dosen di Indonesia sangat bagus untuk direalisasikan. Diaspora menjadi penjembatan antara ilmu pengetahuan yang sudah di terapkan di luar negeri dan membagikan ke mahasiswa Indonesia.
 
Salah satu keunggulan ilmuwan diaspora, kata Azus, mereka sudah professional kerja di sana. Bahkan ada dari mereka yang sudah beraktifitas sebagai penanggung jawab tertentu. Seperti Profesor, Asisten Profesor, Ketua Laboratorium dan lain-lain.
 
“Otomatis mereka mempunyai sebuah nilai yang akan masuk ke dalam dirinya. Itu akan menjadi sebuah kebiaasaan, itu yang menurut saya sangat penting,” tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif