LPDP Siapkan Kuota Beasiswa Khusus Santri
Peluncuran Basiswa Santri di Kementerian Agama, Jakarta, Senin, 12 November 2018, Medcom.id/Desi Angriani.
Jakarta:Pemerintah resmi meluncurkan program beasiswa khusus santri melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kini para santri bisa memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktoral (S3) di dalam dan luar negeri.

Beasiswa tersebut nantinya diberikan bagi 100 santri terpilih pada tahap pertama 2019. Mereka diharuskan memenuhi sejumlah persyaratan dan ketentuan layaknya pelamar LPDP lainnya, tapi dengan kriteria berbeda.


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan anggaran bagi beasiswa khusus santri diambil dari dana kelolaan LPDP, sebesar Rp35 triliun pada 2018. Anggaran tersebut ditambah menjadi Rp55 triliun dalam APBN 2019.

"Yang ini jatahnya 100 tetap afirmasi. Ini khusus untuk para santri," kata Ani sapaannya dalam peluncuran Basiswa Santri di Kementerian Agama, Jakarta, Senin, 12 November 2018.

Ani menambahkan beasiwa tersebut diberikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di semua lini. Apalagi pesantren turut memegang peranan penting, strategis, dan unik sepanjang sejarah Indonesia, khususnya sebagai penyumbang SDM yang unggul. 

"Peningkatan kualitas human capital menjadi kunci utama menghadapi era teknologi untuk meningkatkan inovasi, kesejahteraan, dan kesetaraan," imbuh dia 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan, program beasiswa santri tersebut bisa menjadi peluang untuk mengembangkan pondok pesantren. Hal ini juga sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan para santri di Indonesia.

"Ini prosesnya cukup lama, perjuangan agar santri bisa mendapatkan porsi khusus dari LPDP. Tahap pertama 100 santri bisa melanjutkan S2 dan S3," tambahnya.

Baca: Unisma Gelar Hari Santri Nasional

Adapun sasaran program ini terdiri dari peserta didik, pendidik, atau tenaga kependidikan di pondok pesantren yang aktif selama minimal tiga tahun terakhir dengan kewajiban mengabdi minimal 2n+1 setelah masa studi. 

Sementara itu, persyaratan usia peserta lebih longgar dari persyaratan beasiswa lain, yaitu berusia maksimum 42 tahun untuk jenjang magister dan 47 tahun untuk jenjang doktoral.  Para calon penerima beasiswa juga disyaratkan memiliki nilai kompetensi Bahasa dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sesuai ketentuan. 

Pendaftaran beasiswa dilakukan secara online melalui www.lpdp.kemenkeu.go.id mulai 15 November sampai 31 Desember 2018. Terdapat tiga jenis seleksi bagi para pendaftar, yaitu seleksi dokumen, seleksi Tes Potensi Akademik (TPA) berbasis komputer, serta seleksi substansi (wawancara dan leaderless group discussion). 

Nantinya penerima beasiswa akan mendapatkan pendanaan yang meliputi persiapan keberangkatan, biaya pendaftaran kampus, biaya kuliah, biaya hidup, uang buku, tesis atau disertasi, seminar publikasi, dan jurnal internasional.  Selain itu juga biaya pendukung, antara lain transportasi, visa, biaya kedatangan, dan asuransi kesehatan dasar.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id