Dino Patti Djalal. DOK setneg.go.id
Dino Patti Djalal. DOK setneg.go.id

Profil Dino Patti Djalal, Bapak Diaspora yang Memberi Dukungan Terhadap BOP

Renatha Swasty • 06 Februari 2026 09:55
Ringkasnya gini..
  • Dino Patti Djalal merupakan salah satu tokoh diplomasi paling berpengaruh di Tanah Air. Dino lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965.
  • Ketertarikan Dino pada dunia politik internasional dibentuk oleh latar belakang pendidikannya.
  • Karier diplomasi Dino dimulai pada 1987 di Departemen Luar Negeri, saat ia menjadi juru bicara pemerintah dalam Referendum Timor Timur tahun 1999.
Jakarta: Sosok Dino Patti Djalal kembali mencuri perhatian publik di tengah hiruk pikuk diplomasi global yang kian tak menentu. Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu membagikan kesannya usai dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 4 Februari 2026.
 
Dino menggambarkan pertemuan itu sebagai forum yang jauh dari kesan kaku atau satu arah. Dia menangkap sinyal kuat mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia yang kini lebih realistis namun tetap berpegang teguh pada prinsip.
 
Dikutip dari YouTube Metro TV, Dino mengungkapkan keterkejutannya atas keterbukaan Presiden dalam membahas skenario berbahaya dan tantangan yang mungkin dihadapi Indonesia ke depan. Sebagai seorang diplomat senior yang telah lama malang melintang di panggung internasional, Dino menyoroti posisi Indonesia terkait pembentukan Board of Peace (BOP) sebagai sebuah eksperimen penting. 

Ia memandang langkah ini sebagai satu-satunya opsi yang tersedia di atas meja saat ini untuk menghentikan kekerasan di Palestina. Meskipun, ia tidak menutup mata terhadap risiko kegagalan yang tinggi akibat pengaruh besar Israel terhadap politik Amerika Serikat.
 
Dalam pandangan Dino, kekuatan diplomasi Indonesia saat ini terletak pada kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, dan Mesir. Ia mengapresiasi penegasan Presiden bahwa Indonesia masuk ke dalam BOP dengan penuh kehati-hatian.
 
Bagi Dino Patti Djalal, perjalanan menuju two-state solution dan kemerdekaan Palestina masih sangat panjang dan penuh tantangan komunikasi di mata publik. Namun, melalui sikap pragmatis yang ditekankan dalam diskusi tersebut, Dino melihat adanya harapan baru dalam cara Indonesia berpolitik di panggung dunia.
 
Siapa sih Dino Patti Djalal? Yuk simak profilnya berikut ini.

Profil Dino Patti Djalal

Mengutip laman diaspora.id, Dino Patti Djalal merupakan salah satu tokoh diplomasi paling berpengaruh di Tanah Air. Dino lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965.
 
Dino adalah putra diplomat senior yang telah mengukir perjalanan panjang dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui jalur akademik, pemerintahan, hingga gerakan komunitas.
   

Rekam jejak pendidikan Dino Patti Djalal 

Ketertarikan Dino pada dunia politik internasional dibentuk oleh latar belakang pendidikannya yang mumpuni. Ia meraih gelar sarjana dari Carleton University (Kanada), magister dari Simon Fraser University, dan gelar Doktor dari London School of Economics (Inggris).
 
Karier diplomasinya dimulai pada 1987 di Departemen Luar Negeri, saat ia mencuri perhatian publik saat menjadi juru bicara pemerintah dalam Referendum Timor Timur tahun 1999.

Perjalanan karier Dino Patti Djalal 

Puncak karier birokrasinya tercatat saat ia dipercaya menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bidang Urusan Internasional, sekaligus menjadi juru bicara presiden dengan masa jabatan terlama. Kiprahnya berlanjut sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada tahun 2010 hingga 2013 yang berhasil mempererat hubungan bilateral kedua negara. Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan Bintang Jasa Utama dan Bintang Mahaputra Adipradana.
 
Setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014, Dino tidak berhenti berkontribusi. Ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang kini tumbuh menjadi komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia. Melalui platform ini, ia melahirkan inisiatif populer seperti program Supermentor dan konferensi kebijakan luar negeri tahunan.
 
Dino juga dikenal sebagai Bapak Diaspora Indonesia berkat perannya dalam menyatukan jaringan warga Indonesia di seluruh dunia melalui Kongres Dunia Diaspora. Di sisi kemanusiaan, ia menggagas 1000 Abrahamic Circles untuk mempromosikan toleransi antarumat beragama di level global.
 
Di luar meja perundingan, Dino adalah penulis produktif dengan 11 karya buku, termasuk buku kepemimpinan fenomenal berjudul Harus Bisa yang terjual jutaan eksemplar. Ia bahkan sempat merambah dunia hiburan dengan menjadi host di Mola TV dan mewawancarai sejumlah bintang papan atas Hollywood.
 
Nah, Sobat Medcom itulah informasi mengenai profil Dino Patti Djalal. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan