Di balik kenikmatan itu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni kebiasaan makan berlebihan. Bagi sebagian orang, Lebaran dianggap sebagai waktu membalas keinginan makan setelah sebulan berpuasa.
Tanpa disadari, porsi makan menjadi jauh lebih banyak dari biasanya, terlebih ketika hidangan yang tersedia cenderung tinggi lemak, gula, dan kalori. Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Sandra Fikawati, mengingatkan kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran bila tidak dikendalikan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Konsumsi makanan berlemak dan bersantan dalam jumlah besar membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Sehingga, dapat menimbulkan keluhan seperti perut kembung, mual, sakit perut, hingga diare atau sembelit.
“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Sandra dikutip dari laman ui.ac.id, Minggu, 22 Maret 2026.
Ia mengatakan kue kering dan minuman manis yang dikonsumsi berlebihan juga dapat memicu lonjakan gula darah. Terutama, berbahaya bagi penderita atau orang yang berisiko diabetes.
Sementara itu, makanan tinggi lemak dan garam dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, serta risiko penyakit jantung dan stroke. Kalori berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan serta membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk.
Sandra menekankan menikmati hidangan Lebaran tidak berarti harus mengorbankan kesehatan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan.
Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, gulai, atau rendang tetap dapat dinikmati, asalkan dalam porsi wajar. Dia berpesan untuk mengambil makanan secukupnya, batasi konsumsi kue kering dan minuman manis, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.
Cara ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. “Lebaran seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan. Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idulfitri tanpa harus mengorbankan kesehatan,” jelas Sandra.
Selain itu, penting untuk mencukupi kebutuhan air putih dan makan secara perlahan. Hal ini agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang serta tetap melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki agar kebugaran dan keseimbangan energi terjaga. Yuk rayakan Lebaran bersama keluarga dalam kondisi tubuh yang sehat dan bugar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News