Ilustrasi: MI/Aries Munandar
Ilustrasi: MI/Aries Munandar

Direspons Positif, Disdik Menilai Rapor Pendidikan Sederhana dan Keren

Pendidikan pendidikan Kebijakan pendidikan Kualitas Pendidikan Kemendikbudristek Rapor Pendidikan Indonesia
Citra Larasati • 16 April 2022 14:05
Jakarta:  Sejumlah dinas pendidikan menyambut positif program Rapor Pendidikan Indonesia yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) beberapa waktu lalu.  Rapor ini dinilai dapat membantu daerah untuk melakukan analisis hingga menindaklanjuti kebijakan peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. 
 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Fathur Rozi mengapresiasi adanya Rapor Pendidikan Indonesia, karena di dalamnya memberikan informasi komprehensif tentang kondisi pendidikan yang ada di satuan pendidikan setiap daerah. “Saya melihatnya ini sesuatu yang luar biasa. Rapor pendidikan ini suatu platform baru yang sederhana dan keren,” kata Fathur. 
 
Selain itu, bagi Fathur, Rapor Pendidikan sangat membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam melakukan analisis, menyusun rencana, dan menindaklanjuti rencana tersebut guna meningkatkan kualitas pendidikan pada satuan pendidikan di setiap daerah. “Rapor pendidikan ini sumber datanya diambil dari berbagai sumber yang sangat komprehensif seperti Dapodik dan Asesmen Nasional, sehingga menurut saya ini sangat keren,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Batunyala, Kabupaten Lombok Tengah, Ni Ketut Mayoni mendukung upaya pemerintah dalam memajukan pendidikan melalui Rapor Pendidikan. “Dengan rapor pendidikan saya sangat mengapresiasi dan optimis bagaimana arah pendidikan kita ke depannya, tentu akan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
 
Bagi Mayoni, Rapor Pendidikan dapat menjadi acuan dan refleksi untuk perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah. “Dengan membaca dan menganalisa Rapor Pendidikan, kami dapat menemukan akar permasalahan sehingga kami bisa mengetahui skala prioritas apa yang harus dilakukan dengan cepat dalam memperbaiki kelemahan di sekolah kami,” jelasnya.
 
Selanjutnya, Devy Mariyatul Ystykomah, Guru SMP PGRI 4 Kota Kediri, Jawa Timur mengajak para guru untuk menjadikan Rapor Pendidikan sebagai alat refleksi dalam kegiatan pembelajaran. “Dengan Rapor Pendidikan mari kita berefleksi untuk mengidentifikasi pencapaian kualitas sekolah, kemudian mengambil langkah dalam melakukan pembenahan yang berbasis data,” tutur Devy.
 
Sebagai fasilitator pendidikan, Devy berbagi cerita tentang cara memfokuskan pembelajaran berdasarkan hasil Rapor Pendidikan di sekolahnya. “Saya mengajak siswa menggunakan teknologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan sistematisnya. Misalnya belajar tentang kopi dari Toraja, siswa bisa mengetahui daerah Toraja melalui internet, sehingga mereka lebih paham dan juga bisa bijak menggunakan teknologi,” kata Devy
 
Baca juga:  Kemendikbudristek Ajak Orang Tua dan Sekolah Diskusikan Hasil Rapor Pendidikan
 
Terkait persiapan guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka, Devy menjelaskan para guru juga harus membuka diri untuk melihat bagaimana potensi guru yang ada di daerahnya agar saling bertukar pengalaman dalam mengajar.  
 
“Undanglah ke sekolah atau ke Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk menjadi fasilitator yang ada di sekolah. Guru yang mampu adalah guru yang pernah mengalami kegagalan, keberhasilan, dan juga mengalami hal-hal yang juga baik dari pembelajarannya," tuturnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif