Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Kemendikbudristek Ajak Orang Tua dan Sekolah Diskusikan Hasil Rapor Pendidikan

Pendidikan pendidikan Sekolah Kebijakan pendidikan Kemendikbudristek Rapor Pendidikan Indonesia
Citra Larasati • 16 April 2022 13:54
Jakarta:  Rapor Pendidikan Indonesia menjadi salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengukur keberhasilan pendidikan di Indonesia.  Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong orang tua peserta didik berdialog dengan kepala sekolah dan guru terkait pola pendidikan yang akan dilakukan berdasarkan hasil Rapor Pendidikan
 
“Jadi orang tua bisa mengajak dialog kepala sekolah dan guru, apa yang ditemukan dari Rapor Pendidikan, dan apa yang perlu diperbaiki dalam pola pendidikan di sekolah, serta bagaimana cara orang tua dalam membantu guru dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” jelas  ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Nasional Kemendikbudristek Anindito Aditomo dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar yang ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Kemendikbudristek dikutip Sabtu, 16 April 2022.
 
Pria yang akrab disapa Nino ini mengatakan, rapor pendidikan merupakan cara Kemendikbudristek mendorong terjadinya pergeseran paradigma dalam evaluasi belajar ke arah kualitas proses dan hasil belajar.   Menurut Nino, data utama dalam rapor pendidikan diambil dari hasil belajar yang berfokus pada kompetensi literasi, numerasi, serta karakter peserta didik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yang diperlukan oleh semua peserta didik adalah kemampuan dalam memahami bacaan, penyelesaian masalah untuk matematika sederhana, dan karakter yang ada di dalam profil Pelajar Pancasila,” imbuhnya. 
 
Kompenen lainnya yang diukur dalam rapor pendidikan adalah iklim pembelajaran di sekolah, dimensi keamanan, dan dimensi kebinekaan. “Jadi apakah peserta didik merasa bahwa gurunya peduli dan memperhatikan proses pembelajaran mereka, apakah peserta didik merasa aman di sekolah, merasa diterima walaupun identitas budayanya bervariasi, itu menjadi hal penting,” jelas Nino.
 
Selain itu, ada banyak kelompok indikator lainnya yang tidak kalah penting dalam pembelajaran seperti terkait aktivitas belajar, pengelolaan sekolah, dan kompetensi guru. “Rapor pendidikan ini adalah data yang sangat kaya. Jadi kepala sekolah dan kepala dinas betul-betul bisa mendapatkan potret yang sangat komprehensif tentang kondisi pendidikan di sekolah atau daerahnya,” tuturnya.
 
Baca juga:  Rapor Pendidikan Indonesia, Guru: Ini Seperti 'Medical Check Up' Gratis
 
Nino menyampaikan bahwa Rapor Pendidikan adalah instrumen utama dalam menggalang visi dan tujuan transformasi pendidikan yaitu menyediakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi semua anak Indonesia. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif