PIC Beasiswa Kemendikbudristek, Ratna Prabandari. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
PIC Beasiswa Kemendikbudristek, Ratna Prabandari. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Reviewer LPDP Rasis, Kemendikbudristek: Ada Beberapa Hal di Luar Kontrol

Pendidikan Beasiswa lpdp Beasiswa LPDP Rektor ITK
Ilham Pratama Putra • 11 Mei 2022 15:20
Jakarta: Reviewer beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Budi Santoso Purwokartiko baru-baru ini tersandung kasus rasisme. Kemendikbudristek mengaku ada beberapa hal yang tidak bisa dikontrol kementerian.
 
"Apabila terjadi hal-hal seperti itu, dengan segala hormat ada beberapa yang di luar kontrol," kata PIC Beasiswa Kemendikbudristek, Ratna Prabandari, dalam siaran Instagram @beasiswaosc dikutip Rabu, 11 Mei 2022.
 
Dia menyebut perlakuan Budi di luar kendali Kemendikbudristek. Ratna menduga perbuatan Budi mendapat pengaruh dari kehidupan sosial pribadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah karena pergaulan atau apa, aku enggak ngerti," tutur dia.
 
Ratna tak bisa menjamin hal itu tidak terjadi kembali. Namun, dia memastikan seleksi reviewer sangat ketat.
 
"Dalam wawancara misal kita baik yang wawancara luring atau daring pasti akan direkam. Jadi, kalau ada sesuatu ya pasti akan kelacak," tutur dia.
 
Sebelumnya, media sosial ramai membicarakan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santosa Purwokartiko. Tulisannya di media sosial dinilai menyinggung suku, agama, ras, antargolongan (SARA).
 
Dalam postingannya, Budi mengungkapkan mewawancarai mahasiswa yang akan berangkat ke luar negeri. Dia memuji kemampuan akademis maupun soft skills kandidat. Namun, pada bagian akhir, dia memberi stigma bersifat SARA.
 
"Jadi, 12 mahasiswa yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar open minded. Mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa barat, dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi," tulis Budi.
 
Tulisan itu menuai banyak komentar. Budi dianggap menghakimi suatu golongan.
 
Baca: Rektor ITK, Kemendikbudristek Tegaskan Reviewer LPDP Diseleksi Ketat dan Dievaluasi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif