Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Medcom.id
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Medcom.id

Kepala BRIN Berharap Hasil Uji Klinis Tahap 1 Vaksin Merah Putih Memuaskan

Antara • 16 Februari 2022 16:51
Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berharap hasil uji klinis fase 1 vaksin Merah Putih memuaskan. Sehingga bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.
 
"Kami semua berharap proses uji klinis bisa dilakukan dengan baik," kata Handoko dikutip dari Antara, Rabu, 16 Februari 2022.
 
Handoko juga berharap data yang dihasilkan dari uji klinis tahap 1 dapat memberikan keyakinan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai otoritas atas efikasi dari vaksin Merah Putih yang diujicobakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga bisa masuk ke fase uji klinis tahap 2 untuk melihat keamanannya," ujar dia.
 
Vaksin Merah Putih hasil pengembangan Universitas Airlangga (Unair) tersebut diharapkan mendapatkan izin edar darurat dari BPOM. Sehingga diproduksi dan dipakai sebagai vaksin primer maupun penguat (booster).
 
Dia menuturkan keberadaan vaksin sangat dibutuhkan di tengah pandemi covid-19. Handoko menyebut bila Indonesia mampu menghasilkan vaksin covid-19 mandiri akan dapat membantu memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.
 
Sebelumnya, uji klinis fase 1 vaksin Merah Putih Unair dimulai pada 9 Februari 2022 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 90 relawan berusia minimal 18 tahun disuntik dengan menggunakan vaksin tersebut.
 
Pengembangan vaksin Merah Putih oleh Unair bekerja sama dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dan berkolaborasi dengan RSUD Dr Soetomo. PT Biotis Pharmaceuticals berharap dapat memproduksi vaksin untuk covid-19 secara massal pada Agustus 2022.
 
"Mulai Agustus (2022) kita mulai rilis produk secara massal," ujar Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals FX Sudirman di Kantor MUI Jakarta, Kamis, 10 Februari 2022.
 
Pada tahap pertama uji klinis menyasar 90 orang. Sementara itu, fase kedua akan menyasar sekitar 400 orang untuk imunogenitas vaksin dan uji klinik tahap ketiga akan melibatkan sekitar 3.000 orang untuk untuk menguji efikasi vaksin.
 
Baca: Peneliti Optimistis Vaksin Merah Putih Dapat Tangkal Varian Omicron
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif