Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

Peneliti Optimistis Vaksin Merah Putih Dapat Tangkal Varian Omicron

Antara • 09 Februari 2022 13:14
Jakarta: Koordinator Produk Riset Covid-19 Universitas Airlangga Surabaya Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih optimistis vaksin Merah Putih dapat menangkal virus korona varian Omicron. Vaksin Merah Putih akan menjalani uji klinis fase 1.
 
"Kami sangat optimistis vaksin Merah Putih dapat menangkal Omicron. Karena dari hasil pre klinis yang telah dilakukan tim peneliti Unair terhadap hewan makaka, tingkat efikasi vaksin menunjukkan hasil bagus yakni, 98 persen," kata Puspaningsih dikutip dari Antara, Rabu, 9 Februari 2022.
 
Dia menuturkan vaksin Merah Putih telah diuji hingga ke varian Delta. Varian itu mempunyai tingkat penyebaran paling parah dibandingkan dengan varian lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Puspaningsih mengungkapkan saat kasus covid-19 varian Delta, efikasi pada vaksin jenis lain sempat menurun 10 persen hingga 15 persen. Namun, masih di angka 65 persen sampai 75 persen.
 
"Kalau analoginya jika (vaksin) lain turun (efikasinya) di Delta tapi masih (dinilai bagus) efiksinya. Apalagi kami sudah uji tantang di varian Delta," tutur dia.
 
Dia optimistis bila vaksin Merah Putrih bisa mengatasi varian Delta, maka bisa juga mengatasi varian Omicron. "Karena ini (Omicron) menular cepat, tapi keparahannya tidak separah Delta," ujar dia.
 
Puspaningsih mengungkapkan dalam uji klinis fase pertama akan banyak kesiapan dan kehati-hatian.
Bahkan, pre klinis dilakukan dua kali untuk memastikan tingkat efikasi dan keamanan vaksin.
 
"Dari awal kami didampingi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pembuatan vaksin ini. Jadi, memang kami harus mengikuti sesuai prosedur ketat, meskipun agak lama," tutur dia.
 
Wakil Rektor I Unair ini mengakui dalam pembuatan vaksin pihaknya memang sedikit lama dibandingkan dengan negara lain. Dibutuhkan waktu dua tahun sejak proses penelitian dan baru terealisasi uji klinis tahun ini.
 
"Dalam kondisi emergency, pre klinis bisa di-skip. Mungkin di negara-negara lain merasa yakin akan produknya. Mereka juga berpengalaman dalam kondisi seperti ini. Bisa jadi uji hewan tidak dilakukan. Kata BPOM juga tidak apa-apa (pre klinis tidak dilakukan). Tapi karena ini yang pertama produksi anak bangsa. Sehingga kami ikuti seluruh prosedur dengan sangat ketat dan hati-hati," papar dia.
 
Baca: Relawan Uji Klinik Vaksin Merah Putih Bakal Disuntik 2 Dosis
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif