Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University, Nisa Felicia, Medcom.id/Intan Yunelia.
Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University, Nisa Felicia, Medcom.id/Intan Yunelia.

Tanpa Landasan Kuat Kebijakan Zonasi Rawan Dipolitisasi

Pendidikan Sistem Zonasi
Intan Yunelia • 26 Desember 2018 14:09
Jakarta: Kebijakan sistem zonasi pendidikan dinilai tak memiliki landasan dan filosofis yang kuat. Kebijakan ini rawan dipolitisasi di parlemen karena dianggap tidak populer.
 
“Ketika kebijakan tidak berlandaskan filosofi yang jelas maka bisa menjadi rentan di tangan politikus,” kata Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University, Nisa Felicia saat memaparkan diskusi Catatan Akhir Tahun Pendidikan di Bakoel Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 26 Desember 2018.
 
Kebijakan zonasi yang menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat berpotensi dimanfaatkan segelintir politikus. Para politikus membutuhkan afirmasi dari publik untuk menolak kebijakan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jika memang disuarakan terus-terusan maka bisa diberhentikan (zonasi), karena dianggap tidak populer dan politisi biasanya ingin kebijakan yang populer,” ujar Nisa.
 
Baca:Praktisi: Sistem Zonasi Perlu Jaminan Keberlanjutan
 
Padahal kata Nisa, kebijakan sistem pendidikan seharusnya memiliki pengaruh yang berkesinambungan. Kemendikbud dalam hal ini harus menguatkan pondasi dan filosofi kebijakan zonasi.
 
“Nah ini yang menunjukkan betapa rentannya pendidikan di Indonesia, jika dia tidak memiliki landasan filosofi yang jelas,” tuturnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif