Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) Najeela Shihab, MI/Adam Dwi.
Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) Najeela Shihab, MI/Adam Dwi.

Semua Orang Bisa Jadi Guru dan Murid

Pendidikan hardiknas
Intan Yunelia • 02 Mei 2019 20:36
Jakarta: Memajukan dunia pendidikan nasional tak bisa hanya dibebankan pada peran guru di sekolah. Semua orang bisa turut andil berperan sebagai guru dan murid tanpa sekat di sekolah.
 
Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Najeela Shihab mengatakan, ekosistem pendidikan nasional perlu berubah demi menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, sudah banyak inovasi yang sudah dilakukan oleh komunitas dan organisasi pendidikan di Jaringan SMSG di Indonesia.
 
Meski begitu, kata Najeela, tetap saja membutuhkan kolaborasi dengan semua kalangan. Sebab menurutnya, pendidikan yang berkualitas, tanpa kesenjangan untuk semua anak harus tetap diupayakan lewat berbagai kegiatan harian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu juga membutuhkan strategi jangka panjang berbagai pemangku kepentingan. "Semua anggota masyarakat bisa ambil peran," kata Najeela saat mengisi Pesta Pendidikan 2019 bertema Ngobrol Publik Spesial Hardiknas, di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Ia melanjutkan, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam mewujudkan ekosistem pendidikan, yaitu percepatan akses, peningkatan kualitas, dan kesetaraan pendidikan. Jaringan SMSG sudah melakukan banyak praktik baik di pendidikan keluarga, pendidikan anak usia dini, pengembangan guru, peningkatan literasi, dan lainnya.
 
Baca:Kemendikbud Kejar Angka Partisipasi SMK/SMA 100 Persen
 
"Kami percaya bahwa belajar dari satu sama lain menjadi cara pembelajaran yang efektif bagi komunitas dan organisasi pendidikan untuk dapat berkembang," ujar Najelaa.
 
Najelaa yang juga sebagai pendiri Sekolah Cikal ini menyayangkan pola pikir yang menyatakan
pendidikan tanggung jawab satu pihak. Padahal sejatinya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama demi kemajuan pendidikan nasional.
 
"Banyak yang berpikir kalau pendidikan itu tanggung jawab satu pihak saja, yaitu pemerintah, sekolah, orangtua. Banyak dari kita yang lebih sering mengeluh dan merasa tak berdaya," terang Najeela.
 
Saat ini lndonesia memiliki lebih kurang 83 juta anak-anak usia 0-16 tahun."Kalau hanya sebagian dari kita yang bekerja untuk pendidikan kira-kira cukup nggak ngurusin sepertiga saja anak ini untuk membuat mereka berdaya dan mengambil tongkat estafet bangsa?," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif