ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Harus Digenjot

Pendidikan Bahasa Indonesia Penggunaan Bahasa
Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Oktober 2019 01:20
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ingin mendorong penggunaan bahasa Indonesia lebih maksimal di ruang publik. Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2019 diharapkan mampu mewujudkan hal itu.
 
"Fokus kita pengabaian bahasa negara (lain) di ruang publik, atau sebut saja membuat bahasa negara (asing) menjadi nomor dua," kata Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbud Ghufran Ali dalam diskusi di Pusat Pengembangan Perbukuan dan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Menurut dia, sikap ini bukan berarti pemerintah alergi dengan penggunaan bahasa asing. Indonesia juga tidak ingin memusuhi bahasa asing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Harus ditulis lebih dahulu contohnya kereta layang terlebih dahulu baru skytrain, di ruang publik itu penting. Bahasa asing penting agar orang tidak salah,” ungkapnya.
 
Menurut Ghufran, sejauh ini memang belum ada sanksi yang tegas soal penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. Perpres Nomor 63 tahun 2019 tidak mengatur sanksi secara lugas, hanya soal pengawasan. Begitu pula dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
 
"Kementerian terkait mengatur norma standar berkaitan dengan pengawasan itu. Mungkin di dalamnya diturunkan sanksi-sanksi. Mulai dari administrasi peringatan tertulis,” ujarnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif