Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ali Ghufron. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ali Ghufron. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Uni Eropa Tawarkan Pelajar Indonesia Pengembangan Diri

Pendidikan Pameran Pendidikan uni eropa Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 02 November 2019 13:19
Jakarta: Uni Eropa kembali menawarkan kesempatan belajar pada pelajar dan akademisi Indonesia di universitas-universitas Eropa.UE mengadakan European Higher Education Fair (EHEF) ke-11 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
 
“Mereka tahu Indonesia menekankan tentang human resource development untuk membangun manusia Indonesia unggul dan maju. Kesempatan ini termasuk Erasmus dan scholarship,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ali Ghufron, di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.
 
Ghufron berharap pameran EHEF menarik minat pelajar Indonesia. Calon mahasiswa bisa bertemu dan bertanya langsung dengan perwakilan perguruan tinggi Eropa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eropa menjadi tujuan popular dan diminati pelajar dan akademisi Indonesia melanjuti pendidikan tinggi maupun penelitian. Ketertarikan pelajar Indonesia ke Eropa meningkat hingga 6.300 orang dari tahun ke tahun. Total, 11.000 pelajar dan akademisi Indonesia tengah menempuh pendidikan di Eropa.
 
“Mereka (pelajar) bisa menonton ke sini dan juga daftar by application. Dan untungnya di Uni Eropa ini umumnya sekolah master itu satu tahun kecuali PhD. Itu yang menarik dibanding Indonesia atau Amerika yang umumnya dua tahun,” ujar Ghufron.
 
Duta Besar Uni Eropa, H.E Vincent Piket, berharap EHEF 2019 dapat membantu pelajar dan akademisi Indonesia studi di Eropa. Dia meyakini anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan menimba ilmu di perguruan tinggi terbaik sesuai dengan minat.
 
“EHEF memberikan kesempatan bagi para pelajar bertemu dan berkonsultasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi Eropa seputar program, beasiswa, kesempatan, dan proses pendaftaran. Terwujudnya kegiatan ini, merupapakan salah satu bukti dari minat dan kepentingan kedua belah pihak dalam membangun jejaring antar individu yang lebih luas dan lebih kuat antara Uni Eropa dan Indonesia,” ujar Piket.
 
Piket menegaskan Uni Eropa mendukung penuh kemajuan pendidikan sebagai salah satu pilar dasar penting membangun sumber daya manusia kelas dunia. Termasuk, membentuk masyarakat tangguh serta mewujudkan dunia yang damai dan aman.
 
“Berdasar itulah mengapa kita berada di sini hari ini, untuk menawarkan para pelajar berbagai pilihan pendidikan dan kesempatan untuk membuat perubahan di masa depan,” kata dia.
 
Pameran terdiri dari tiga rangkaian. Pertama, di Surabaya pada 30 Oktober 2019. Kedua, di Jakarta pada 2-3 November 2019 dan terakhir di Bandung pada 5 November 2019. Pameran di Jakarta diikuti 116 institusi perguruan tinggi yang berasal dari 14 negara anggota Uni Eropa.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif