Yekti Wulancahyani dan anaknya Rahadyan Lazuardhi Prasadhana tesis bareng. DOK Unesa
Yekti Wulancahyani dan anaknya Rahadyan Lazuardhi Prasadhana tesis bareng. DOK Unesa

Ibu-Anak Kompak Sidang Tesis Bareng di Unesa

Renatha Swasty • 30 November 2022 13:53
Jakarta: Yekti Wulancahyani bisa bernapas lega setelah berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan penguji dalam sidang Pascasarjan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Capaian itu makin membahagiakan sebab Yekti sidang tesis berbarengan dengan putranya, Rahadyan Lazuardhi Prasadhana.
 
Yekti dan anak sulungnya sama-sama kuliah Magister di prodi S2 Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Pascasarjana Unesa. Keduanya masuk pada 2020.
 
Tak cuma itu, mereka juga satu kelas serta sidang dan selesai bersama. Yekti dan putranya sejak awal kuliah sudah kompak. Mereka selalu belajar dan menyelesaikan tugas bersama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita belajarnya bareng. Anak saya tantangannya apa dan saya tantangannya apa, saling sharing dan memotivasi. Sejak itu kami juga komitmen agar bisa lulus bareng. Ya sebagai seorang Ibu, tentu bangga dengan pencapaian ini,” ujar Yekti dikutip dari laman unesa.ac.id, Rabu, 30 November 2022.
 
Yekti yang juga seorang dokter hewan mengungkapkan menjalani kuliah banyak sekali tantangannya. Dia harus pandai membagi waktu dengan pekerjaan, juga harus memotivasi diri agar tetap konsisten menyelesaikan berbagai tugas dan riset.
 
“Belum lagi pandemi. Saya kan di Bali, sementara anak saya sudah berkeluarga dan tinggal di Bekasi. Nah, suami saya sudah berpulang ke rahmatullah. Untuk menjaga komitmen kami dengan kesibukan masing-masing itu enggak gampang. Saya harus memotivasi diri saya dan anak saya,” papar perempuan pemilik Homeschooling Primagama di berbagai daerah itu.
 
Yekti mengaku bangga bisa sidang bareng sang anak. Saat presentasi dia tidak merasa canggung saat menjawab berbagai pertanyaan dari dewan penguji.
 
“Saya presentasi itu sudah biasa diperhatikan anak-anak. Tanpa disadari, gaya presentasi saya mirip dengan cara anak saya presentasi. Anak memang peniru yang sangat baik,” ucap ibu tiga anak itu sembari tertawa ringan.
 
Yekti meneliti pengaruh home visit dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik. Hasil penelitiannya menemukan pentingnya keterlibatan keluarga atau orang tua dalam proses pendidikan anak.
 
Sementara itu, Rahadyan membagikan tips kompak dengan ibunya. Dia menyebut semua karena faktor dukungan keluarga dan komitmen bersama sang Ibu.
 
“Mama itu orangnya sangat terbuka. Saya juga sering bercerita apa pun. Mama terus memotivasi. Jadinya ada tekad yang kuat serta komitmen untuk belajar dan selesai bareng,” tutur dia.
 
Rahadyan juga percaya dengan sang Ibu dan selalu memenuhi keinginan Ibunya. Dia menyebut keinginan seorang Ibu hanya ingin melihat anaknya bisa hidup sukses dan bahagia.
 
“Tidak ada salahnya saya ikuti. Toh ini demi kebaikan saya juga. Dan, saya percaya, rida orang tua adalah rida Allah,” tutur dia.
 
Selanjutnya, agar bisa kompak perlu mengenali kesamaan antara anak dan ibu. Rahadyan mengakui antara anak dan orang tua tentu memiliki perbedaan.
 
Dia menyebut perbedaan bukan masalah, tetapi menjadi bagian dari proses memahami satu sama lain. Kemudian, omelan orang tua tidak bisa dipandang negatif karena itu demi kebaikan anak.
 
“Terima kasih kepada Ibu dan keluarga saya tentunya. Kemudian ucapan terima kasih juga kepada dosen, pembimbing, dan penguji sehingga saya dan Ibu saya tercinta bisa sampai di titik ini. Terima kasih semuanya. Semoga pencapaian ini bisa berkah dan bermanfaat,” tutur dia.
 
Baca juga: Bermula dari Cinlok, Sejoli Mahasiswa Unesa Ini Wisuda Bareng

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif