Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pembenahan Infrastruktur Internet untuk Pendidikan Diminta Jadi Prioritas

Pendidikan Pembelajaran Daring Pendidikan Jarak Jauh Digitalisasi Sekolah
Ilham Pratama Putra • 04 Januari 2021 10:36
Jakarta: Internet masih akan menjadi tumpuan dunia pendidikan pada 2021. Pandemi covid-19 yang masih berlangsung membuat warga pendidikan masih bergantung pada internet menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
 
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengaku kemampuan internet di Indonesia masih terbatas. Kemendikbud pun meminta pembenahan infrastruktur internet untuk pendidikan jadi prioritas.
 
"Kami sudah sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) untuk 2021 ada prioritas khusus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur," kata Hasan dalam webinar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Kamis, 31 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain pembenahan infrastruktur internet, Kemendikbud juga bakal membenahi kemampuan guru. Pasalnya, masih banyak guru yang gagap menjalankan PJJ selama 2020.
 
"Mayoritas aktivitas kita di dalam kelas. Guru mengajar dengan bantuan alat peraga dan buku teks, ini kemudian menjadi salah satu handicap (tantangan) yang harus kita selesaikan. Ini menjadi fase yang harus kita lengkapi bersama saat kemudian kita melaksanakan PJJ," terang Hasan.
 
Baca: Guru Besar: Revisi UU Sisdiknas Bisa Pakai Omnibus Law
 
Kemampuan guru dalam PJJ yang masih kurang maksimal diakui Wakil Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Jejen Musfah. Dia mengakui jika guru tidak pernah dipersiapkan untuk mengajar secara daring.
 
"Sistem pendidikan kita atau guru kita tidak disiapkan untuk PJJ. Maka problemnya adalah guru harus memiliki sifat pemberlajar. Mereka harus bisa beradaptasi dalam situasi digital," kata Jejen.
 
Apalagi, kata Jejen, banyak guru yang tidak memiliki fasilitas internet. Akibatnya, para guru mengalami kesulitan dalam memberikan pengajaran kepada para muridnya.
 
"Pasti masih ada di era pandemi akhirnya membuat guru tidak bisa kreatif dan akhirnya itu yang dikatakan pemicu loss learning," tutur Jejen.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif