KPAI Sesalkan Pelibatan Anak untuk  Kepentingan Politik
Suasana Aksi Bela Tauhid 211 di Jakarta, MI/Bary Fathahilah
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan keterlibatan anak dalam kepentingan politik yang terjadi saat aksi bela Tauhid di Jakarta, Jumat, 2 November 2018 lalu. KPAI menilai adanya dugaan penyalahgunaan anak dalam aksi tersebut.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan seharusnya langsung turun tangan.  Untuk mencari tahu dalang di balik aksi ikut menyalahgunakan anak dalam kegiatan berpolitik.


“KPAI mendorong Bawaslu mengusut sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki,” kata Retno dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Senin, 5 November 2018.

Retno menyayangkan, karena aksi bela tauhid ini juga melibatkan anak-anak. Mereka ikut dalam orasi tersebut, berkampanye politik dalam pantun yang dilontarkan si anak.

“Aksi bela tauhid disisipi pesan kampanye politik dan dikaitkan dengan pemilihan presiden. Diduga kuat menggunakan anak-anak sebagai juru kampanye. Anak-anak seharusnya tidak dilibatkan dalam kepentingan politik oleh pihak manapun,” ujar Retno.

Baca: KPAI: Pandangan Politik Jangan Dibawa ke Kelas

KPAI dalam hal ini menerima sebuah linkvideo yang berdurasi satu menit dari seorang pelapor. Video tersebut merupakan unggahan dari akun Instagram @keadilansemu_reborn, yang tampaknya diambil dari Instagram “generasi pejuang”.

Dari pengamatan KPAI, dalam video tersebut terlihat seorang anak laki-laki sedang berorasi dengan berapi-api. Ananda berusia sekitar 10-11 tahun, di awal video ada tulisan ‘Orator Termuda Di dunia’. Orasinya terkait bendera tauhid yang dibakar, ada ucapan ‘mati bersimbah darah’ dan ditutup dengan sebuah pantun yang mengarah memilih calon presiden tertentu.

Kutipan pantunnya adalah sebagai berikut :

Jalan-jalan ke kelapa dua
Jangan lupa mampir ke toko sepatu
Eh Lu padejangan lupa pilih nomor dua
Lupain yang nomor Satu



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id