Mendikbud, Muhadjir Effendy (tengah) didampingi para pejabat Kemendikbud saat jumpa pers Kinerja 2018 dan Program Kerja 2019, Kemendikbud/BKLM..
Mendikbud, Muhadjir Effendy (tengah) didampingi para pejabat Kemendikbud saat jumpa pers Kinerja 2018 dan Program Kerja 2019, Kemendikbud/BKLM..

Penerapan Pendidikan Mitigasi Bencana Diperluas

Pendidikan Penguatan Pendidikan Karakter
Citra Larasati • 27 Desember 2018 18:29
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memperluas penerapan pendidikan mitigasi kebencanaan. Jika sebelumnya hanya direkomendasikan di daerah-daerah rawan bencana, mulai 2019 akan diterapkan di seluruh jenjang dan sekolah di Indonesia.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy akan memasukkan modul dan materi pendidikan Mitigasi Kebencanaan ke dalam materi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2019/2020. Pendidikan mitigasi kebencanaan semakin mendesak untuk diperkenalkan kepada peserta didik sedini dan seluas mungkin, mengingat intensitas bencana alam di Indonesia sering terjadi dan tidak dapat diprediksi.
 
Muhadjir berharap, materi mitigasi kebencanaan ini akan bekerja sama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Sama halnya dengan materi antikorupsi yang selama ini bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atau materi kepatuhan hukum berlalu lintas dengan Kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya masalah kebencanaan harus ada kecakapan khusus yang dilatihkan kepada para siswa," kata Muhadjir, dalam Konferensi Pers Kilas Balik Kinerja 2018 dan Program Kerja 2019, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Baca:Tanpa Landasan Kuat Kebijakan Zonasi Rawan Dipolitisasi
 
Materi mitigasi kebencanaan itu, kata Muhadjir, sebenarnya sudah diterapkan sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja masih sebatas muatan lokal (mulok) dan direkomendasikan di daerah-daerah rawan bencana. Namun mulai tahun depan, PPK yang memuat materi mitigasi bencana ini akan diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia.
 
"Selama ini sudah, tapi berupa mulok, direkomendasikan hanya buat daerah rawan bencana. Tapi dengan yang disampaikan Presiden akan diterapkan untuk semua sampai jenjang TK sampai SMA akan kita kenalkan, dengan konten sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing," paparnya.
 
Muhadjir menegaskan, bahwa PPK dan pendidikan mitigasi bencana tersebut tidak akan menjadi mata pelajaran tersendiri, ataupun masuk ke dalam mata pelajaran. Namun akan masuk ke dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.
 
"Bentuknya tema-tema terintegrasi, tapi tidak masuk mata pelajaran, karena secara struktur akan mengganggu. Mengingat mata pelajaran juga sudah ada tema-tema yang dipelajari," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif