Kampus ITB. DOK ITB
Kampus ITB. DOK ITB

Tertarik Merancang Bangunan? Simak Informasi Lengkap FTSL ITB

Pendidikan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi ITB Mahasiswa
Renatha Swasty • 03 Mei 2022 14:27
Jakarta: Sobat Medcom tertarik belajar perancangan bangunan? Salah satu universitas yang menyediakan program studi perancangan bangunan ialah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB).
 
Fakultas ini didirikan pada 1973. Awalnya, fakultas ini bernama Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Saat itu, FTSP menaungi beberapa jurusan, seperti Teknik Sipil, Teknik Geodesi, Arsitektur, Planologi, Teknik Lingkungan, dan Seni dan Desain.
 
Seiring berjalannya waktu, Jurusan Seni dan Desain memutuskan memisahkan diri dan berdiri sendiri menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Begitu pula dengan FTSP yang mengalami perubahan nama menjadi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) sejak 2005 hingga saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut informasi lengkap soal FTSL ITB dikutip dari Zenius:

Jurusan di FTSL ITB

FTSL ITB menaungi lima jurusan pada jenjang sarjana, enam jurusan pada jenjang magister, dan dua jurusan pada jenjang doktor. Berikut jurusan di FTSL ITB:
 
Dalam sistem penerimaan, ITB merupakan kampus lain dari yang lain. Di saat kampus lain membuka penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan spesifik, ITB justru menawarkan fakultas.
 
Di ITB dikenal TPB atau Tahap Persiapan Bersama. Semua mahasiswa di ITB wajib mengikuti masa kuliah selama 1 tahun pertama (2 semester) di tingkat fakultas.
 
Kemudian, di tahun kedua, mahasiswa punya kesempatan memilih jurusan masing-masing. Setelah diterima di ITB, Sobat Medcom masih harus mengikuti seleksi kembali untuk kuliah di jurusan impian.
 
Karena itu, jalur masuk kampus ITB hanya mengizinkan mahasiswa untuk memilih fakultas, termasuk FTSL ITB. FTSL terbagi menjadi dua, yakni FTSL-G dan FTSL-J.
 
FTSL-G merupakan sebutan bagi FTSL Kampus Ganesha, sedangkan FTSL-J sebutan bagi FTSL Kampus Jatinangor. Perbedaan keduanya terdapat pada lokasi fakultas dan jurusan.
 
FTSL-G menaungi tiga jurusan, yaitu Jurusan Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kelautan. Sedangkan FTSL-J menaungi dua jurusan, yaitu Jurusan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan serta Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Jurusan Teknik Sipil

ITB merupakan kampus teknik sipil pertama dan tertua di Indonesia. Jurusan ini berdiri pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool Bandoeng di bawah naungan de Fakulteit van Technische Wetenschappen.
 
Latar belakang pendirian jurusan ini adalah pemerintah kolonial Belanda yang membutuhkan insinyur sipil untuk membangun jalan, rel kereta api, dan sistem irigasi di Tanah Air. Ketika Hindia Belanda beralih ke tangan Jepang pada 1944, Technische Hoogeschool Bandoeng diambil alih dan berganti nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku. Hingga kini menjadi Program Studi Teknik Sipil yang bernaung di FTSL ITB.
 
Di jurusan ini Sobat Medcom akan belajar ilmu dasar, ilmu rekayasa teknik sipil, dan kelompok profesionalisme teknik sipil. Selain itu, terdapat pula lima bidang peminatan yang dapat dipilih:
  1. Teknik Struktur
  2. Teknik Sumber Daya Air
  3. Teknik Transportasi
  4. Teknik Geoteknik
  5. Teknik & Manajemen Konstruksi

Jurusan Teknik Lingkungan

Jurusan Teknik Lingkungan ITB juga merupakan pelopor pendidikan tinggi teknik lingkungan di Indonesia. Jurusan ini memegang peran penting dalam kajian bidang air bersih, air buangan, pencemaran dan kualitas udara, persampahan, sanitasi lingkungan, drainase, dan kesehatan lingkungan.

Jurusan Teknik Kelautan

Indonesia terletak di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik. Hal itu menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana alam.
 
Untuk itu, pengembangan ilmu dan teknologi untuk memprediksi dan mencegah dampak buruk bencana bagi masyarakat perlu dilakukan. Hal tersebut tentunya membutuhkan sumber daya kompeten di bidangnya.
 
Melihat urgensi tersebut, ITB berkontribusi mencetak sumber daya manusia yang ahli di bidang teknik kelautan. Beberapa hal yang akan dipelajari di Jurusan Teknik Kelautan FTSL ITB:
  1. Ilmu Dasar Sains dan Matematika
  2. Ilmu Dasar Rekayasa
  3. Perancangan bidang teknik kelautan yang meliputi prinsip-prinsip gelombang laut, akustik bawah air, perlindungan pantai, struktur pantai, struktur lepas pantai, geomekanik laut, pelabuhan, pemodelan laut, dan masih banyak lagi

Jurusan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan

Sebagian dari Sobat Medcom pasti ada yang masih asing dengan jurusan satu ini. Padahal jurusan ini sangat seru.
 
Jurusan ini didirikan untuk menggerakkan sumber daya manusia dalam hal penyediaan air bersih yang baik dan layak bagi kebutuhan aktivitas manusia. Selain itu upaya pengendalian pencemaran dan penyaluran limbah buangan juga patut menjadi perhatian. Sebab, hal tersebut tidak hanya membuat sungai tercemar, tetapi juga akan memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.
 
Beberapa mata kuliah yang akan dipelajari ketika berkuliah di jurusan ini yakni:
  1. Pengelolaan Lingkungan Air Terpadu
  2. Sanitasi Pasca Bencana
  3. Sanitasi Pesisir
  4. Pemodelan Air Tanah
  5. Hidrolika Air Tanah
  6. Sanitasi Makanan
  7. Sanitasi Masyarakat

Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Sumber daya air Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan berbagai masalah, seperti banjir dan kekeringan.
 
FTSL ITB menganggap permasalahan ini sebagai tantangan yang perlu diselesaikan. Untuk itulah Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Alam hadir di FTSL ITB.
 
Jurusan Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA) didirikan sebagai bentuk pengembangan kemampuan rekayasa dan dasar-dasar pengelolaan sumber daya air.

Akreditasi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Soal mutu tentu sudah nggak diragukan lagi. Karena semua jurusan di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB telah terakreditasi dengan nilai A dari BAN-PT.
 
Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Lingkungan juga telah menyabet akreditasi internasional dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET).

Prospek Kerja Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB

Lulusan FTSL ITB bisa bekerja di industri energi, pembangunan infrastruktur, pertambangan, pengolahan SDA, konsultan, maupun peneliti. Tak cuma itu, lulusannya juga bisa bekerja di NGO lingkungan hidup seperti Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) dan Peduli Konservasi Alam Indonesia (PEKA Indonesia).
 
Sobat Medcom yang tertarik berkecimpung di dunia pendidikan juga bisa bekerja sebagai pengajar.

Daya Tampung dan Passing Grade FTSL ITB

Terdapat tiga jalur penerimaan mahasiswa baru yang dapat dicoba untuk masuk FTSL ITB, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri ITB. Setiap jalur masuk, memiliki peminat dan daya tampung berbeda-beda.
 
Berikut daya tampung FTSL ITB:

FTSL-G

  1. SNMPTN: 140
  2. SBMPTN: 123
  3. Seleksi Mandiri: 87
  4. Keketatan: 5-10 persen

FTSL-J

  1. SNMPTN: 60
  2. SBMPTN: 40
  3. Seleksi Mandiri: 20
  4. Keketatan: 5-10 persen
Dari awal proses seleksi, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak menentukan passing grade. Passing grade baru akan diketahui ketika proses seleksi telah selesai.
 
Misalnya, FTSL ITB menerapkan standar passing grade minimal 650 dan menyediakan daya tampung 40. Ternyata, hanya 15  pendaftar yang bisa melewati batas passing grade. Hal ini menyebabkan banyak kursi yang tersedia kosong.
 
Begitupun sebaliknya, jika banyak peserta yang memiliki nilai UTBK di atas passing grade, maka peserta yang lolos akan melebihi daya tampung.
 
Itulah informasi seputar FTSL ITB. Apakah Sobat Medcom tertarik mendaftar?
 
Baca: Mengenal Baskoro Tedjo Arsitek Global di Balik Selasar Sunaryo dan Perpustakaan Bung Karno
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif