Ilustrasi mudik. MI
Ilustrasi mudik. MI

Sejarah Mudik: dari Perjalanan Hulu-Hilir Sungai Hingga Urbanisasi ke Kota

Pendidikan Mudik Lebaran hari raya idul fitri Ramadan 2019 UGM Mudik Lebaran 2022 Mudik 2022
Renatha Swasty • 27 April 2022 14:15
Jakarta: Mudik menjadi istilah yang umum dipakai untuk menggambarkan kegiatan seseorang pulang ke kampung halaman. Tradisi ini dipakai bagi umat muslim yang merayakan momen lebaran Idulfitri di tanah kelahirannya.
 
Tapi, tahukah Sobat Medcom istilah mudik berasal dari kata udik? Udik diambil dari bahasa melayu yang artinya hulu atau ujung.
 
Masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah selesai urusan, mereka kembali pulang ke hulu pada sore hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” kata antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Heddy Shri Ahimsa-Putra, dikutip dari laman ugm.ac.id, Rabu, 27 April 2022.
 
Heddy menuturkan istilah mudik mulai dikenal luas di era 1970-an. Hal itu setelah pada masa Orde Baru terjadi pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan yang menyebabkan orang melakukan urbanisasi pindah ke kota untuk menetap dan mencari pekerjaan.
 
Dia menuturkan mereka yang bekerja dan hidup di kota jauh dari kerabat. Padahal, selama di desa bisa dekat dengan kerabat.
 
“Kangen pasti. Menunggu libur yang agak panjang agar bisa kumpul sangat ditunggu. Karena kita di Indonesia masyarakat muslim yang paling banyak, maka lebaran Idulfitri jadi pilihan. Berbeda di Amerika dan Eropa, warganya banyak pulang kampung saat perayaan Thanksgiving atau perayaan Natal. Sementara, di kita ya Idulfitri,” tutur dia.
 
Heddy menyebut mudik bagi sebagian orang bukan semata-mata ajang kumpul keluarga. Namun, juga menjadi ajang pamer atas keberhasilan mereka di tanah perantauan.
 
“Motivasi lain karena ingin menunjukkan ia sudah berhasil secara ekonomi,” tutur dia.
 
Baca: 4 Tips Mudik Aman & Nyaman, Jalan Darat Anti Bosan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif