Di berbagai belahan dunia, terdapat alat musik yang diciptakan dengan bentuk, cara memainkan, bahkan bahan baku yang sangat tidak lazim, mulai dari batuan purba di dalam gua hingga gelombang elektromagnetik yang tak terlihat.
Berikut adalah daftar alat musik paling unik di dunia.
Theremin

(Alat musik Theremin. Foto: Carolina Eyck)
Diciptakan oleh fisikawan Rusia, Leon Theremin, pada tahun 1920, Theremin tetap memegang gelar sebagai salah satu alat musik paling aneh di dunia. Keunikannya terletak pada fakta bahwa alat ini dimainkan tanpa sentuhan fisik sama sekali.
Secara visual, Theremin terlihat seperti kotak kayu dengan dua antena logam, yaitu satu berdiri vertikal dan satu melengkung horizontal. Alat ini bekerja berdasarkan medan elektromagnetik.
Tangan kanan pemain bergerak di dekat antena vertikal untuk mengontrol nada (pitch), sementara tangan kiri di dekat antena horizontal untuk mengontrol volume. Suaranya yang melengking misterius menyerupai suara manusia atau biola elektrik, menjadikannya favorit untuk mengisi musik latar film horor dan fiksi ilmiah klasik.
Great Stalacpipe Organ

(Great Stalacpipe Organ. dok_ sonicwonders)
Jika kamu mencari alat musik terbesar di dunia, jawabannya tidak ada di panggung konser, melainkan jauh di bawah tanah. Terletak di Gua Luray, Virginia, Amerika Serikat, The Great Stalacpipe Organ adalah instrumen litofon raksasa yang menggunakan alam sebagai komponen utamanya.
Diciptakan oleh Leland W. Sprinkle pada tahun 1956, organ ini tidak menggunakan pipa logam, melainkan stalaktit yang menggantung di langit-langit gua. Sprinkle menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari stalaktit dengan nada yang presisi untuk mencakup rentang nada musik.
Ketika tuts organ ditekan di ruang konsol, sebuah palu kecil yang dikendalikan secara elektrik akan mengetuk stalaktit tersebut, menghasilkan resonansi suara yang jernih dan megah di seluruh sistem gua seluas 1,4 hektar.
Glass Harmonica
.jpg)
(Glass Armonica. Dok. Atlasobscura)
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa salah satu bapak pendiri Amerika Serikat, Benjamin Franklin, adalah seorang penemu alat musik. Pada tahun 1761, ia menciptakan Glass Harmonica. Alat ini terdiri dari serangkaian mangkuk kaca dengan berbagai ukuran yang disusun secara horizontal pada sebuah poros yang berputar.
Pemain memainkannya dengan menyentuhkan jari-jari yang basah ke tepi kaca yang sedang berputar. Gesekan tersebut menghasilkan nada yang sangat murni, surgawi, namun sekaligus menyeramkan.
Di masa lalu, alat musik ini sempat dilarang di beberapa tempat karena dianggap menyebabkan kegilaan atau gangguan mental bagi pemain maupun pendengarnya karena suaranya yang terlalu melankolis.
Hydroaulophone

(Hydraulophone Dok. Stanford University's CCRMA)
Berbeda dengan sebagian besar alat musik yang menggunakan getaran udara (aerofon) atau senar (kordofon), Hydroaulophone menggunakan air. Alat ini sering ditemukan di taman-taman sains atau instalasi seni publik.
Instrumen ini terlihat seperti rangkaian pipa atau barisan lubang tempat air menyemprot keluar. Untuk menghasilkan nada, pemain harus menutup lubang air tertentu dengan jari mereka.
Ketika aliran air tersumbat, tekanan air dialihkan ke mekanisme penghasil suara di dalam alat tersebut. Ini adalah instrumen yang tidak hanya memanjakan telinga, tetapi juga memberikan pengalaman sensorik berupa sentuhan air yang unik bagi pemainnya.
Vegetable Orchestra

(Vegetable Orchestra Dok. thehallsofmusic)
Di Wina, Austria, terdapat sekelompok musisi yang dikenal dengan nama The Vegetable Orchestra. Uniknya, setiap alat musik yang mereka mainkan terbuat dari sayuran segar yang dibeli di pasar pada pagi hari sebelum konser.
Mereka menggunakan wortel yang dilubangi untuk menjadi seruling, labu raksasa untuk menjadi drum, dan seledri sebagai perkusi. Keunikan utama dari kelompok ini adalah instrumen mereka hanya bertahan selama satu pertunjukan saja.
Setelah konser berakhir, sayuran-sayuran tersebut biasanya dimasak menjadi sup dan dibagikan kepada para penonton. Ini adalah perpaduan antara seni pertunjukan, musik, dan keberlanjutan lingkungan.
Sea Organ

(Sea Organ dok. oddmusic)
Terletak di pantai Zadar, Kroasia, terdapat sebuah mahakarya arsitektur suara yang dikenal sebagai Sea Organ (Morske Orgulje). Alat musik ini tidak memiliki pemain manusia, melainkan dimainkan oleh laut itu sendiri.
Di bawah anak tangga beton yang menuju ke laut, terdapat serangkaian pipa polietilena dan rongga resonansi. Ketika ombak laut mendorong udara ke dalam pipa-pipa tersebut, suara-suara harmonis akan keluar melalui lubang-lubang di sepanjang trotoar. Karena ombak laut tidak pernah sama, musik yang dihasilkan oleh Sea Organ bersifat acak, terus menerus, dan selalu berubah membuat sebuah simfoni alam yang tak pernah berakhir.
Singing Ringing Tree

(Singing Ringing Tree)
Berlokasi di atas perbukitan Pennines, Inggris, Singing Ringing Tree adalah sebuah patung angin setinggi 3 meter yang terbuat dari pipa-pipa baja galvanis. Pipa-pipa tersebut disusun melingkar hingga menyerupai bentuk pohon.
Setiap kali angin bertiup melalui pipa-pipa yang memiliki panjang berbeda tersebut, patung ini akan mengeluarkan suara siulan yang harmonis namun menghantui. Instrumen ini adalah contoh bagaimana arsitektur bisa digabungkan dengan akustik untuk menciptakan karya seni yang merespons alam sekitarnya.
| Baca juga: Mengenal Alat Musik Tradisional Indonesia Beserta Contohnya |
Zeusaphone

Alat musik ini adalah perpaduan antara sains ekstrem dan seni musik. Zeusaphone (diambil dari nama Dewa Yunani, Zeus) adalah varian dari kumparan Tesla yang dimodifikasi untuk menghasilkan nada musik melalui percikan listrik tegangan tinggi.
Alat ini tidak memiliki senar atau membran. Suara dihasilkan dari udara yang memanas dan memuai secara cepat akibat percikan listrik (plasma). Dengan mengontrol frekuensi percikan tersebut, Zeusaphone dapat memainkan melodi lagu.
Selain suara digital yang futuristik, alat ini menyajikan pertunjukan visual berupa kilatan petir yang menari-nari sesuai dengan irama musik.
Wintergatan Marble Machine

(Wintergatan Marble Machine)
Diciptakan oleh musisi Swedia, Martin Molin, alat musik ini adalah sebuah mahakarya mekanik yang sangat rumit. Ini merupakan sebuah kotak musik raksasa yang digerakkan dengan engkol tangan.
Instrumen ini menggunakan 2.000 butir kelereng baja yang bergerak melalui sirkuit pipa dan corong kayu yang kompleks. Kelereng-kelereng tersebut jatuh menimpa berbagai instrumen di dalamnya, seperti vibrafon, drum, simbal, hingga bass gitar elektrik.
Mesin ini bekerja secara presisi seperti jam dinding raksasa. Kelereng yang jatuh secara otomatis akan diputar kembali ke atas oleh sistem katrol, menciptakan loop musik yang sinkron dan ritmis.
Gitar Pikasso

Sesuai namanya, gitar ini terlihat seperti lukisan abstrak karya Pablo Picasso yang menjadi nyata. Diciptakan oleh pembuat gitar Linda Manzer untuk musisi jazz Pat Metheny, alat ini menantang desain gitar konvensional.
Gitar ini memiliki 4 leher (neck), 42 senar, dan dua lubang suara (soundholes). Bentuknya tidak beraturan dengan senar yang saling bersilangan di berbagai arah.
Karena banyaknya jumlah senar, pemain dapat menghasilkan suara yang mirip dengan harpa, koto (instrumen Jepang), dan gitar secara bersamaan dalam satu alat musik. Dibutuhkan keahlian khusus dan konsentrasi tinggi untuk memainkan instrumen yang tampak membingungkan ini.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News