Buku Dari Aristoteles Hingga Al-Ghazali: Filsafat Untuk Berpikir Kritis. Foto: marinews.mahkamahagung.go.id/Ahmad Rafuan
Buku Dari Aristoteles Hingga Al-Ghazali: Filsafat Untuk Berpikir Kritis. Foto: marinews.mahkamahagung.go.id/Ahmad Rafuan

Resensi Buku: Dari Aristoteles Hingga Al-Ghazali, Cara Asik Belajar Filsafat Tanpa Kerutkan Dahi

Renatha Swasty • 12 Januari 2026 09:47
Jakarta: 'Aku berpikir maka aku ada', ungkapan legendaris Rene Descartes ini mungkin sudah akrab di telinga banyak orang, bahkan bagi mereka yang bukan penggemar filsafat. Namun, bagi sebagian besar orang, filsafat masih dianggap sebagai materi menyeramkan, berat, dan menguras otak.
 
Stigma inilah yang coba dipatahkan oleh Alfa Amorrista melalui buku terbarunya berjudul "Dari Aristoteles Hingga Al-Ghazali: Filsafat Untuk Berpikir Kritis".
 
Buku terbitan Anak Hebat Indonesia tahun 2024 setebal 272 halaman ini hadir sebagai angin segar bagi pembaca awam. Berbeda dengan buku teks akademik yang kaku, karya ini menyajikan filsafat dengan pendekatan ringan, praktis, dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuannya mengkontekstualisasikan pemikiran para filsuf besar ke dalam realitas harian. Penulis seolah ingin menegaskan kritik Francesco Petrarca, yang juga dibahas dalam buku ini. Bahwa filsafat menjadi tidak berguna jika hanya berkutat pada tataran teori di awang-awang.
 
Dalam 20 bab pembahasannya, pembaca diajak menyelami gagasan para pemikir tanpa merasa digurui. Buku ini tidak hanya membahas nama-nama besar yang umum dikenal, tetapi juga menyoroti tokoh yang jarang tersorot seperti Søren Kierkegaard dan Alexander Baumgarten. Hal ini tentu memberikan perspektif baru bagi pembaca yang jarang bersentuhan dengan literatur filsafat.
 
 

Kelebihan dan kekurangan

Sebagai sebuah karya populer, buku ini memiliki dua sisi mata pedang. Di satu sisi, gaya bahasanya yang dapat dimengerti awam, sukses 'membumikan' filsafat. Namun di sisi lain, fokus pada kontekstualisasi praktis membuat pembahasan pemikiran para filsuf menjadi kurang mendalam.
 
Penulis cenderung hanya mengambil satu atau dua pemikiran tokoh yang relevan dengan masa kini, seperti pada pembahasan Al-Ghazali dan Immanuel Kant. Hal ini membuat buku ini kurang relevan jika dijadikan rujukan utama untuk penulisan karya ilmiah akademis.
 
Selain itu, terdapat sedikit inkonsistensi dalam pemilihan sudut pandang. Misalnya pada bab Emilie du Chatelet, penulis lebih banyak mengupas dampak tokoh tersebut terhadap gerakan feminisme, alih-alih membedah pemikiran orisinal sang tokoh itu sendiri.
 
Terlepas dari beberapa catatan tersebut, "Dari Aristoteles Hingga Al-Ghazali" adalah bacaan yang sangat direkomendasikan, terutama bagi kamu yang selama ini takut terhadap filsafat. Buku ini bisa menjadi gerbang pembuka atau wasilah awal untuk menumbuhkan kecintaan pada dunia pemikiran.
 
Bagi Sobat Medcom yang ingin melatih berpikir kritis tanpa harus pusing dengan istilah-istilah rumit, buku ini layak masuk dalam daftar bacaan akhir pekan kamu.
 
Identitas buku:
  • Judul: Dari Aristoteles Hingga Al-Ghazali: Filsafat Untuk Berpikir Kritis
  • Penulis: Alfa Amorrista
  • Penerbit: Anak Hebat Indonesia
  • Tahun Terbit: 2024
  • Tebal: 272 Halaman

(Sultan Rafly Dharmawan)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan