Rektor UI Heri Hermansya di QS China Summit 2026 - DOK UI
Rektor UI Heri Hermansya di QS China Summit 2026 - DOK UI

Hadir di QS China Summit 2026, Rektor UI Soroti Peluang ASEAN Kuasai Pendidikan Global

Renatha Swasty • 13 April 2026 18:03
Ringkasnya gini..
  • Kawasan ASEAN memiliki peluang strategis menjadi pusat pertumbuhan baru pendidikan tinggi global.
  • Kekuatan utama ASEAN yang terletak pada demografi muda, meningkatnya investasi pendidikan, serta tumbuhnya kolaborasi regional.
  • Potensi ini perlu diakselerasi melalui integrasi lebih kuat antara perguruan tinggi, industri, dan kebijakan publik berbasis data.
Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, menyebut kawasan ASEAN memiliki peluang strategis menjadi pusat pertumbuhan baru pendidikan tinggi global. Hal itu melalui penguatan kolaborasi lintas negara, peningkatan kualitas riset bersama, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
 
Hal itu disampaikan dalam sesi In-Depth Briefing: ASEAN Higher Education pada QS China Summit 2026. Dalam paparannya berbasis laporan terbaru Quacquarelli Symonds (QS), Heri menyoroti kekuatan utama ASEAN terletak pada demografi muda, meningkatnya investasi pendidikan, serta tumbuhnya kolaborasi regional. 
 
Namun, dia menekankan potensi ini perlu diakselerasi melalui integrasi lebih kuat antara perguruan tinggi, industri, dan kebijakan publik berbasis data.

“ASEAN memiliki peluang strategis untuk menjadi pusat pertumbuhan baru pendidikan tinggi
global, namun hal tersebut memerlukan penguatan kolaborasi lintas negara, peningkatan kualitas riset bersama, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan agar perguruan tinggi di kawasan ini mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Heri dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.
 
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen sebagai instrumen memperkuat pertukaran pengetahuan dan inovasi di kawasan. Menurut dia, integrasi dunia akademik dengan kebutuhan industri krusial. 
 
Hal itu agar lulusan perguruan tinggi memiliki relevansi tinggi dengan dinamika pasar kerja global. Paparan tersebut menjadi bagian dari rangkaian QS China Summit 2026 yang diselenggarakan pada 8–9 April 2026 di Futian Shangri-La, Shenzhen. 
 
Mengusung tema “Connected Cities, Collaborative Campuses”, forum ini membahas transformasi pendidikan tinggi melalui empat pilar utama. Keempatnya, yaitu pengembangan keterampilan dan tenaga kerja, strategi universitas kelas dunia, mobilitas internasional, serta percepatan riset dan teknologi.
 
Kehadiran Heri menegaskan peran aktif Universitas Indonesia dalam percaturan pendidikan tinggi global. Sekaligus, memperkuat posisi UI sebagai mitra strategis dalam pengembangan kolaborasi di kawasan Asia-Pasifik. 
 
UI terus mendorong kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global melalui riset, inovasi, dan kemitraan lintas negara. QS China Summit 2026 dihadiri oleh lebih dari 500 delegasi dari berbagai institusi pendidikan tinggi, pemerintah, dan industri di seluruh dunia. 
 
Selain sesi diskusi strategis, forum ini menghadirkan demonstrasi analitik berbasis data serta forum jejaring untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi. Partisipasi UI dalam forum ini menjadi langkah strategis memperluas kerja sama internasional, khususnya dalam bidang riset, inovasi, dan mobilitas akademik, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam lanskap pendidikan tinggi global.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan