Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Bila Ada Unsur Pidana, Kasus Sexting Oknum Dosen UNJ Bakal Diserahkan ke Polisi

Ilham Pratama Putra • 08 Desember 2021 15:54
Jakarta: Salah satu oknum dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berinisial DA diduga melakukan pelecehan seksual dalam bentuk pesan singkat atau sexting ke sejumlah mahasiswi. Kasus DA akan pindah ke kepolisian jika memenuhi unsur pidana.
 
"Jika memang ada pihak yang dirugikan serta melanggar hukum pidana, maka kasus ini akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai lembaga yang berwenang," kata Kepala Humas UNJ Syaifudin kepada Medcom.id, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Pihak kampus juga berjanji akan memberikan sanksi terhadap dosen DA jika memang terbukti bersalah. Sanksi tersebut mengacu ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 Tentang Disiplin PNS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, kasus ini muncul atas laporan aduan yang diakomodasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ. Dari laporan itu, diketahui pula jika pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen DA terjadi beberapa tahun lalu.
 
Baca: Sexting Oknum Dosen UNJ kepada Mahasiswi Disebut Kasus Lama
 
"Kasus ini sudah terjadi beberapa tahun lalu dan baru terungkap saat ini oleh para korban," terang dia.
 
Korban dugaan pelecehan seksual oknum dosen inisial DA diyakini bukan hanya satu. Sebab, korban yang membuat aduan datang dari beberapa mahasiswi yang masih aktif, bahkan alumni.
 
Adapun jenis pelecehan seksual yang dilakukan yaitu perilaku menggoda dalam pesan teks atau sexting. Dia menjelaskan prinsip asas praduga tak bersalah dijalankan dalam menangani kasus tersebut agar pengentasan kasus dilakukan dengan cara yang sangat berhati-hati.
 
"Pihak UNJ sendiri mendalami dulu kasusnya dengan memanggil Dekan, Ketua Program Studi yang bersangkutan dan oknum dosen untuk dimintai keterangan terkait kasus yang terjadi," terangnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif