Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia Harkristuti Harkrisnowo. Foto: Tangkapan layar Metro TV
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia Harkristuti Harkrisnowo. Foto: Tangkapan layar Metro TV

Catat! 4 Urgensi Permendikbud PPKS dan Bagaimana Penerapannya

Pendidikan Perguruan Tinggi kekerasan seksual Kemendikbudristek Pelecehan Seksual di Kampus Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
MetroTV • 14 November 2021 21:42
Jakarta: Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia Harkristuti Harkrisnowo membeberkan empat alasan pentingnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Hal ini ia sampaikan dalam Metro Hari ini Metro TV, Sabtu, 13 November 2021.
 
"Kami menyadari ternyata banyak kasus kekerasan seksual yang tidak ditangani. Tentu saja sangat menyedihkan. Sebagian besar korbannya adalah perempuan," kata Harkristuti membuka pemaparannya.
 
Kampus dinilai menutup-nutupi kasus kekerasan seksual karena khawatir isunya akan mencederai nama baik institusi. Padahal, hal ini akan membawa ke konsekuensi kedua, yaitu tidak adanya penanganan medis dan psikologis bagi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga, karena kasus pertama tidak tertangani dengan baik, maka bisa saja korban mengalami kekerasan selanjutnya. Sementara, korban semakin enggan melapor sebab takut tidak lulus atau dirisak oleh pelaku.
 
Baca: Permendikbud PPKS Disebut Langkah Progresif
 
Keempat, yang menurut Harkristuti paling mengerikan, adalah pelaku yang tidak memiliki imunitas karena tidak ditangani kampus. Pelaku berpotensi untuk kembali berulang kali melakukan hal tersebut karena tidak ada efek jera yang menimpanya.
 
"Ini kenapa kami menganggap perlu adanya Permendikbud ini. Kami di UI sudah mengajukan draf aturan pencegahan penanganan kekerasan seksual," ujarnya.
 
Ia pun mengimbau universitas lainnya untuk mentransformasikan Permendikbud ini menjadi peraturan rektor dan pembentukan satuan tugas lintas disiplin. Agar penerapan prinsip pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di Kampus dapat efektif tertangani. (Mentari Puspadini)

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif