Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Terdampak Korona, Orang Tua Harap Keringanan SPP Sekolah

Pendidikan Pembelajaran Daring Biaya Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 02 April 2020 16:57
Jakarta: Wiladiah Fajarini mengaku masih terbebani dengan kebijakan sekolah Labschool Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Tangerang Selatan, yang tak memangkas uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Padahal, anaknya yang bersekolah di tempat itu sudah belajar daring selama pandemi virus korona (covid-19).
 
"Jadi beban sebenarnya ya. Apalagi pengeluaran kita bertambah untuk kuota internet anak," kata Wiladiah kepada Medcom.id, Kamis 2 April 2020.
 
Baca:Terdampak Korona, Orang Tua Harapkan Keringanan Uang Kuliah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wiladiah, SPP siswa harusnya bisa dipangkas. Dia berharap ada pertimbangan khusus bagi siswa tertentu soal keringanan SPP. Sebab, kondisi perekonomian rumah tangga setiap keluarga berbeda-beda di tengah pandemi.
 
Namun, Wiladiah masih merasa beruntung. Meski SPP belum dipangkas, setidaknya biaya iuran lainnya tak lagi ditagih pihak sekolah.
 
"SPP berjalan terus seperti biasa ditagih setiap bulan. Tapi untuk iuran ekstrakurikuler, katering
sekolah dan layanan antar jemput (tidak ada)," lanjut dia.
 
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmen dan Diksus), Praptono, meminta sekolah tidak berlebihan dan memberi kelonggaran saat menagih SPP. Penagihan SPP diminta tertib, sebab berdasarkan pengaduan dari sejumlah orang tua saat konferensi video beberapa hari lalu masih ditemukan sekolah yang menagih SPP untuk tiga bulan sekaligus.
 
"Mekanismenya sesuai penagihan per satu bulan (tidak ada yang menagih secara triwulan sekaligus)," ujar Praptono dalam peluncuran guru berbagi, Selasa 31 Maret 2020.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif