Hujan. DOK Medcom
Hujan. DOK Medcom

Modifikasi Cuaca Jakarta: Penyemaian Awan Demi Tekan Risiko Banjir

Renatha Swasty • 19 Januari 2026 15:24
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. Operasi yang digelar bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara ini dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma dan dijadwalkan berlangsung hingga 22 Januari 2026.
 
Melansir rilis resmi BPBD DKI Jakarta, operasi ini telah memasuki hari ketiga pada Minggu, 18 Januari 2026 dengan intensitas penyemaian yang meningkat. Pada pelaksanaannya, strategi penyemaian awan dilakukan secara dinamis mengikuti pergerakan angin dan awan hujan. Pada hari pertama dan kedua, fokus penyemaian dilakukan di wilayah perairan, yakni Selat Sunda dan perairan utara Pulau Jawa.
 
“Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca hari kedua ini difokuskan di perairan utara Pulau Jawa untuk meluruhkan awan hujan yang berpotensi bergerak ke wilayah daratan Jakarta,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dikutip Senin, 19 Januari 2026. 

Total bahan semai Natrium Klorida (NaCl) yang ditebar pada hari kedua mencapai 2.400 kilogram dengan ketinggian terbang pesawat mencapai 12.000 kaki. Tujuannya agar hujan jatuh di laut sebelum masuk ke daratan Jakarta.
 
Sementara itu, hari ketiga pada Minggu, 18 Januari 2026, strategi diperluas dengan melaksanakan tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA A-2105. Sorti pertama menyasar Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon, sedangkan sorti kedua dan ketiga menyasar wilayah daratan Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, hingga wilayah udara (overhead) Kabupaten Tangerang. Bahan semai yang digunakan bervariasi antara Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) untuk memecah awan potensial pembentuk hujan.
 
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan pentingnya operasi ini dalam meminimalisasi dampak banjir di Jakarta. Menurutnya, intervensi teknologi ini sangat membantu mengurangi volume air hujan yang turun di area permukiman.
 
“Jika BPBD tidak melakukan Operasi Modifikasi Cuaca dalam beberapa hari terakhir, bisa jadi wilayah genangan hari ini jauh lebih banyak RT yang terdampak,” ungkap Isnawa.
 
Meskipun pada hari ketiga sempat terjadi genangan di beberapa titik akibat durasi hujan yang lama, Isnawa menyebut pada pelaksanaan hari pertama dan kedua tidak terpantau adanya genangan di Jakarta.
 
BPBD DKI Jakarta memastikan evaluasi harian terus dilakukan bersama BMKG untuk menentukan lokasi penyemaian paling efektif. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai angin kencang serta aktif menjaga kebersihan saluran air.
 
Informasi terkini terkait kondisi kebencanaan dapat diakses warga melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, atau media sosial resmi @bpbddkijakarta. (Sultan Rafly Dharmawan)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan