BMKG menyebut sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dari normalnya. Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh fenomena El Niño yang saat ini berada pada intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD).
Lantas, apakah Oktober 2026 sudah memasuki musim hujan? Berikut penjelasan berdasarkan informasi terbaru BMKG.
Prediksi Musim Hujan Bulan Oktober 2026
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah baru mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026. Sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah diprediksi mengawali musim hujan pada November, sedangkan 266 ZOM atau 17,31 persen wilayah lainnya diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember.Berdasarkan prediksi tersebut, masyarakat tidak dapat menggunakan Oktober sebagai patokan bahwa seluruh Indonesia telah memasuki musim hujan. Waktu awal musim hujan berbeda-beda berdasarkan wilayah dan karakteristik masing-masing Zona Musim.
Kondisi Hujan Oktober 2026
BMKG memprediksi curah hujan periode Oktober hingga Desember 2026 secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.BMKG juga mencatat adanya peluang curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan pada Oktober di sejumlah wilayah.
Daerah yang memiliki peluang tersebut antara lain sebagian Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan, Bali, NTB, NTT, serta sejumlah wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan memang dapat terjadi pada Oktober di beberapa wilayah di Indonesia.
Kapan Puncak Musim Hujan 2026/2027?
Meskipun awal musim hujan diprediksi mundur, puncak musim hujan tetap berbeda menurut wilayah. BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.Rinciannya sebagai berikut:
- Desember 2026: 155 ZOM atau sekitar 36,94% luas daratan Indonesia.
- Januari 2027: 162 ZOM atau sekitar 25,68% luas daratan Indonesia.
- Februari 2027: 190 ZOM atau sekitar 16,79% luas daratan Indonesia.
Sementara itu, wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027 adalah Riau bagian selatan, Kepulauan Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, dan sebagian Pulau Papua
Adapun wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Februari 2027 adalah Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.
Adapun wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Februari 2027 adalah Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.
Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Lebih Singkat
Selain datang lebih lambat, BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 secara umum akan berlangsung lebih singkat dibandingkan kondisi normal, yakni pada 482 ZOM yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia, lebih panjang dari normalnya pada 60 ZOM yang mencakup 8,58 persen luas daratan Indonesia, dan sama dengan normalnya pada 40 ZOM yang mencakup 5,06 persen luas daratan IndonesiaSobat Medcom, yuk persiapkan diri menghadapi perubahan musim dengan tetap memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG. (Adinda Kinanthi)