Urban Heat Island terjadi ketika wilayah perkotaan memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang lebih sedikit mengalami pembangunan di sekitarnya. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), permukaan seperti jalan, trotoar, atap dan bangunan dapat menyerap serta menyimpan panas matahari lebih banyak dibandingkan lingkungan alami.
NASA juga menjelaskan bahwa perbedaan suhu tersebut berkaitan dengan kemampuan permukaan perkotaan dan wilayah alami dalam menyerap serta menyimpan panas.
Apa Itu Urban Heat Island?
Urban Heat Island bukan berarti seluruh wilayah kota selalu memiliki suhu yang sama atau pasti lebih panas setiap saat. Fenomena ini menggambarkan kecenderungan kawasan yang padat bangunan dan minim vegetasi untuk mengalami suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.Efek tersebut dapat terjadi pada siang maupun malam hari. Bahkan, panas yang tersimpan pada permukaan bangunan dan jalan dapat dilepaskan kembali setelah matahari terbenam sehingga kawasan perkotaan tetap terasa panas.
Besarnya efek UHI juga berbeda antara satu kota dan kota lainnya. Kepadatan bangunan, jumlah pepohonan, jenis material permukaan, kondisi cuaca dan bentuk wilayah dapat memengaruhi intensitasnya.
Kenapa Kota Bisa Lebih Panas?
Salah satu penyebab utama UHI adalah berkurangnya lahan alami akibat pembangunan. Pepohonan, rerumputan dan badan air memiliki kemampuan untuk memberikan keteduhan serta membantu mendinginkan lingkungan melalui penguapan air.Sebaliknya, permukaan seperti aspal, beton dan atap bangunan cenderung menyerap dan menyimpan panas. Ketika jumlah permukaan tersebut semakin banyak, panas yang tersimpan di lingkungan perkotaan juga meningkat.
Bentuk kota juga ikut berpengaruh. Gedung yang tinggi dan jalan yang sempit dapat mengurangi pergerakan udara sehingga panas lebih sulit dilepaskan.
Selain itu, aktivitas manusia juga menghasilkan panas. Kendaraan, pendingin udara, mesin, bangunan dan fasilitas industri dapat memberikan tambahan panas ke lingkungan perkotaan.
Dampak Urban Heat Island
Suhu perkotaan yang lebih tinggi dapat membuat masyarakat semakin terpapar panas, terutama ketika fenomena UHI terjadi bersamaan dengan gelombang panas atau cuaca ekstrem.Efek pulau panas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas, termasuk heat exhaustion dan heatstroke. Suhu yang lebih tinggi juga dapat meningkatkan kebutuhan penggunaan pendingin ruangan sehingga konsumsi energi ikut bertambah.
Dampaknya juga dapat terasa pada lingkungan. Air hujan yang mengalir melalui permukaan perkotaan yang panas dapat membawa panas ke saluran air dan meningkatkan suhu badan air tertentu. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kehidupan organisme di dalamnya.
Karena itu, Urban Heat Island bukan hanya persoalan kenyamanan. Fenomena ini berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kebutuhan energi dan kondisi lingkungan perkotaan.
Cara Mengurangi Efek Urban Heat Island
Efek Urban Heat Island dapat dikurangi dengan menambah elemen alami di kawasan perkotaan. Pepohonan dan vegetasi memberikan keteduhan sekaligus membantu mendinginkan lingkungan melalui proses penguapan.Pembuatan taman kota, penambahan tutupan pohon dan ruang terbuka hijau menjadi salah satu cara yang dapat membantu mengurangi panas. Atap hijau atau green roof juga dapat digunakan untuk menambah vegetasi di area yang terbatas.
Selain itu, penggunaan material atap dan permukaan yang lebih mampu memantulkan sinar matahari dapat membantu mengurangi panas yang diserap bangunan. NASA mencatat bahwa penghijauan dan penggunaan permukaan yang lebih reflektif dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi panas di perkotaan.
Pada akhirnya, Urban Heat Island menunjukkan bahwa bentuk dan aktivitas sebuah kota dapat memengaruhi kondisi panas di lingkungannya. Semakin banyak permukaan yang menyerap panas dan semakin sedikit vegetasi, semakin besar pula tantangan untuk menjaga kawasan perkotaan tetap sejuk.
(Ellen Octovia Suherman)