Tunjangan Senilai Rp76,2 Miliar untuk Guru di Sulteng Mengucur

Intan Yunelia 19 November 2018 13:28 WIB
Gempa Donggala
Tunjangan Senilai Rp76,2 Miliar untuk Guru di Sulteng Mengucur
Mendikbud Muhadjir Effendy sata mengunjungi siswa terdampak gempa yang tengah belajar di tenda darurat, Kemendikbud/Humas.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengucurkan tunjangan khusus sebesar Rp76,2 miliiar untuk 15.080 guru di empat kabupaten, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Tunjangan diserahkan Mendikbud secara simbolis dalam bentuk buku tabungan kepada 200 guru saat Apel “Anak Sulteng Bangkit Lebih Hebat”. 

“Para guru saya harap tidak patah semangat. Saya yakin para guru di Sulteng mampu memompa semangat murid-murid untuk belajar dan melompat lebih tinggi menggapai cita-cita,” kata Muhadjir dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, 19 November 2018. 


Pemulihan proses belajar mengajar di sekolah pascabencana, kata Mendikbud, tidak terlepas dari peran guru. Namun, tak sedikit guru yang juga mengalami dampak bencana. "Tunjangan salah satunya untuk meringankan beban guru."

Baca: Palu Baru Disiapkan

Muhadjir kembali mengunjungi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).  Kunjungan kerja kali ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar di provinsi tersebut.

Pemerintah ingin kebangkitan anak-anak Sulteng dapat menjadi lebih hebat, terutama untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah.  “Kita ingin kebangkitan Sulteng ini lebih cepat, khususnya untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah. Komitmen ini dengan didukung oleh berbagai pihak terkait pemulihan kembali pendidikan di Sulteng semakin menguatkan keyakinan bahwa anak-anak Sulteng akan bangkit lebih hebat,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Selain itu, Mendikbud memberikan bantuan 40.000 alat-alat sekolah (School Kit) yang terdiri dari tas, seragam sekolah, dan alat tulis. Pendistribusian alat sekolah tersebut akan dibagikan sesuai dengan jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB).

Kemendikbud juga telah mengupayakan pembangunan kelas darurat di 200 titik yang dapat menampung 400 ruang kelas. Pembangunan kelas darurat juga diupayakan oleh UNICEF dengan memberikan 450 tenda.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id