Esa Unggul Terjunkan Mahasiswa KKN Normalisasi Citarum
Universitas Esa Unggul menyediakan Tong Sampah Composter yang didesain untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk, UEU/humas.
Jakarta: Universitas Esa Unggul menerjunkan mahasiswanya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) normalisasi sungai Citarum. Program ini merupakan salah satu implementasi Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

“Universitas Esa Unggul sebagai salah satu kampus yang menjunjung Tinggi nilai Tridarma Universitas, dalam hal ini pengabdian masyarakat,  tergerak untuk berperan aktif membenahi permasalahan yang terdapat di Sungai Citarum,” kata Wakil Rektor III Universitas Esa Unggul, Ari Pambudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Desember 2018.


Program yang ditawarkan yaitu untuk penanggulangan sampah di KKN Citarum. Dengan menyediakan Tong Sampah Composter yang didesain untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

“Sehingga tidak ada lagi limbah-limbah dari masyarakat yang dibuang sembarangan di Sungai Citarum,” terang Ari.

KKN Citarum harum ini akan dijalankan secara bertahap oleh 100 mahasiswa dari Universitas Esa Unggul. Mereka akan dikirim ke aliran sungai Citarum tepatnya di Desa Sukalayu, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang yang mencakup lima dusun.

“Pengiriman mahasiswa Esa Unggul di KKN Tematik ini dilakukan secara bertahap, hal ini menyesuaikan keahlian apa yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut dan tentunya menyesuaikan jadwal kuliah mereka,” papar Ari.

Baca: Media Group dan Universitas Esa Unggul Teken MoU

KKN Citarum Harum ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai Citarum. Karena selama ini sungai ini menjadi salah satu sumber air dan kehidupan bagi masyarakat baik di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Harapannya dari KKN ini masyarakat mampu tersadar tentang pentingnya menjaga lingkungan sungai Citarum, paling tidak,  masyarakat bisa sadar untuk mengelola sampah, memilah sampah, mana sampah organik, mana sampah nonorganik sehingga adanya sikap berkelanjutan dalam menjaga Citarum untuk kembali mengharumkan sungai Citarum di masa yang akan datang.  Dan bagi mahasiswa, mudah-mudahan mereka mendapatkan pengalaman berharga saat terjun langsung ke masyarakat,” pungkasnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id