Ilustrasi laboratorium. DOK Unair
Ilustrasi laboratorium. DOK Unair

Kuasai 3 Hal Ini untuk Menjaga Keselamatan Kerja di Laboratorium

Medcom • 27 Juni 2022 19:47
Jakarta: Laboratorium merupakan tempat kerja ilmuwan berjas putih untuk melakukan penelitian guna menghasilkan sebuah temuan. Bekerja di laboratorium pada dasarnya sangat berbeda dengan beraktivitas di ruangan biasa.
 
Hal ini dikarenakan laboratorium memuat banyak cairan kimia yang berpotensi membahayakan tubuh. Untuk itu, diperlukan sejumlah peraturan demi menjaga keselamatan kerja di ruangan tersebut.
 
Lantas, peraturan apa saja yang mesti dikuasai ilmuwan atau orang yang berkegiatan di laboratorium? Untuk mengupasnya lebih lanjut, simak ulasan berikut ini dikutip dari Ruangguru:

1. Patuhi tata tertib laboratorium

Hal pertama yang wajib dilakukan saat memasuki laboratorium adalah mematuhi tata tertib yang berlaku. Peraturan tersebut antara lain mengenakan jas lab, masker, kacamata pelindung, dan sarung tangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perlengkapan ini dapat melindungi tubuh dari berbagai bahan kimia yang berpotensi membahayakan keselamatan. Adapun masker digunakan untuk menghindari kebiasaan mencium zat kimia secara langsung.
 
Kebiasaan tersebut juga dapat membahayakan kesehatan. Jika ingin membaui sebuah zat, cara yang benar ialah cukup mengibas-ngibaskan tangan ke mulut tabung.
 
Tata tertib lainnya adalah ilmuwan atau orang yang berkegiatan di laboratorium dilarang membawa makanan atau minuman dari luar. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi, baik kontaminasi dari zat kimia ke makanan, atau sebaliknya.
 
Peraturan tak kalah penting lainnya adalah membersihkan alat praktikum usai memakainya. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan sampai bersih menggunakan sabun.

2. Pahami simbol keselamatan kerja di laboratorium

Selain tata tertib, penting bagi pekerja laboratorium untuk mengenal dan memahami simbol-simbol keselamatan. Usahakan menghafal simbol tersebut dengan benar agar maknanya tidak tertukar.
 
Berikut adalah beberapa simbol keselamatan di laboratorium:
 
Kuasai 3 Hal Ini untuk Menjaga Keselamatan Kerja di Laboratorium

3. Kuasai tindakan pertolongan pertama kecelakaan kerja di laboratorium

Meski sudah menaati peraturan sebaik mungkin, terkadang hal-hal di luar kendali bisa terjadi kapan saja. Misalnya, kecelakaan kerja di laboratorium.
 
Jika hal tersebut terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Ini sangat membantu agar rasa panik tidak membahayakan sekitar, menyenggol peralatan, atau bahan kimia lain.
 
Kemudian, pahami bahwa kecelakaan yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda pula. Berikut beberapa macam pertolongan pertama kecelakaan kerja di laboratorium:

Terkena asam dan basa kuat

Jika anggota tubuh terkena asam/basa kuat secara langsung, atasi dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir. Selain itu, juga bisa menetralisir dengan basa lemah, atau mengoleskannya dengan salep.

Luka bakar

Tak sedikit beredar asumsi yang mengatakan luka bakar bisa diatasi dengan mengoleskan odol. Hal tersebut sejatinya hanyalah mitos belaka dan sama sekali tidak benar.
 
Langkah tepat untuk mengatasi luka bakal ialah mengoleskan salep jika luka bakar tergolong ringan. Namun, jika nampak parah dan menimbulkan rasa nyeri, segera kompres dengan air es atau periksa ke dokter.

Mata terkena percikan zat kimia

Jika mata terkena percikan zat kimia, jangan dikucek meskipun perih. Segera basuh dengan air bersih atau periksakan bawa ke dokter jika bila masih terasa perih.

Menghirup zat kimia

Bila tak sengaja menghirup zat kimia, sebaiknya segera jauhkan diri dari kerumunan atau keluar dari laboratorium untuk mencari udara segar. Kalau merasa mulai kesulitan bernapas, segera periksa ke dokter.

Menelan zat kimia

Bila tak sengaja menelan zat kimia, segera muntahkan zat tersebut dan kumur-kumur menggunakan air bersih. Kalau sampai pingsan, pergilah ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.
 
Demikianlah pembahasan mengenai hal-hal yang mesti dikuasai saat bekerja di laboratorium. Semoga bermanfaat! (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: 
Baca juga: Mengenal Jenis dan Fungsi Laboratorium

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif