Pemusik memainkan alat musik tradisional Totobuang saat menyambut kedatangan kapal pesiar MV Seabourn Sojourn di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, ANT Izaac Mulyawan.
Pemusik memainkan alat musik tradisional Totobuang saat menyambut kedatangan kapal pesiar MV Seabourn Sojourn di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, ANT Izaac Mulyawan.

Unesco City of Music: Ambon Siap Jadi Kota Musik Dunia

Pendidikan kebudayaan Ambon Kota Musik Dunia
Antara • 25 Mei 2019 17:59
Ambon: Direktur Unesco City Of Music Mannheim, Jerman, Rainer Kern menyatakan bahwa Kota Ambon, Provinsi Maluku, siap menjadi kota musik dunia.
 
"Selama kunjungan beberapa hari di Kota Ambon saya dan Tamara Kemanski dari Polandia melihat langsung, bertemu dan berbagi dengan masyarakat dan komunitas musik, sehingga kita
sepakat Ambon siap menjadi kota musik dunia," katanya di Ambon, Sabtu, 25 Mei 2019.
 
Menurut dia, untuk mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi dan diajukan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan
Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Sehingga pada waktunya akan mendapat pengakuan sebagai kota musik dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setidaknya, kata dia, ada hal yang harus ditunjukkan Kota Ambon kepada dunia, yakni belajar dari kota musik lain, dan tunjukkan nilai kearifan lokal dari Ambon. "Banyak hal yang dapat ditunjukkan karena Ambon memiliki berbagai hal baik, itu kualitas bermusik, keragaman sosial dan budaya, ini tentu menjadi nilai yang berbeda," katanya.
 
Baca:Ambisi Ambon Menjadi Kota Musik Dunia
 
Rainer mengatakan, dirinya terkesan dengan keramahan masyarakat, kualitas bermusik sangat baik yang dimulai sejak kecil serta keragaman budaya. "Bukan hanya itu masyarakat terus mewujudkan perdamaian dan musik menjadi media pemersatu masyarakat, karena itu apresiasi bagi pemerintah, 'Ambon Music Office' yang telah bekerja sehingga bisa mencapai titik hingga saat ini," ujarnya.
 
Ia mengakui, jika Kota Ambon ingin mendapatkan identitas sebagai kota musik dunia maka yang harus dilakukan adalah membuka jaringan dan menjalin kerja sama. Selain itu, untuk menjaga identitas kota musik dunia, harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, jika tidak maka akan kehilangan banyak kesempatan.
 
"Melalui upaya ini akan terbuka kesempatan dengan melakukan kewajiban berkontribusi pada perkembangan musik dunia,maka tentu akan ada timbal balik bagi upaya mewujudkan kota musik dunia," katanya.
 
Selama di Ambon, Director Unesco City Of Music Mannheim Jerman, Rainer Kern mengunjungi seluruh komunitas musik di Ambon yakni musik suling bambu di Negeri Tuni, tahuri di Hutumuri, musik sawat di Negeri Batu Merah dan menyaksikan Festival Ramadan dan pergelaran seni di Taman Budaya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif