Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah

Pandemi Dinilai Mengancam Generasi Indonesia Emas 2045

Pendidikan Virus Korona Kualitas Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 22 Agustus 2020 20:23
Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ragu Generasi Emas 2045 akan benar terwujud. Pasalnya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia saat ini mengalami krisis akibat virus korona (covid-19).
 
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FSGI Fahriza Tanjung menyebutkan saat ini banyak guru yang dinyatakan positif covid-19. Kondisi ini dikhawatirkan berujung pada kualitas pendidikan semakin menurun.
 
"Bagaimana dengan nasib generasi emas Indonesia tahun 2045? Pada situasi normal saja, Indonesia masih kekurangan guru dari sisi sebaran, kualifikasi dan kompetensi," kata Fahriza pada konferensi daring, Sabtu 22 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih, pada masa pandemi, perlindungan untuk guru masih kurang. Bahkan, masih banyak guru yang diwajibkan masuk untuk mengisi absen di beberapa daerah.
 
Padahal, berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 58 Tahun 2020, pemerintah telah memberikan fleksibilitas dalam peraturan lokasi bekerja, yakni dengan work from home (wfh) atau kerja dari rumah. Namun, peraturan itu seolah tak bisa digunakan guru.
 
Baca:FSGI Dorong Pemda yang Melanggar Pembukaan Sekolah Diberi Sanksi
 
"Padahal guru punya hak memperoleh perlindungan sebagaimana yang diatur pada Pasal 39 UU Nomor 14 Tahun 2005 dan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja termasuk perlindungan terhadap resiko kesehatan lingkungan kerja," terangnya.
 
Perlindungan ini harus diberikan oleh pemerintah, sekolah, organisasi profesi dan masyarakat. Guru-guru harus memperoleh perlindungan dari penularan covid-19 di lingkungan sekolahnya masing-masing.
 
"Jika kondisi ini dibiarkan, semakin banyak guru yang terpapar covid-19 bahkan sampai meninggal dunia. Kalaupun sembuh, bisa jadi guru yang sudah terpapar mengalami kecacatan fisik secara permanen pada paru-parunya," imbuh Fahriza.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif