Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

20.577 Siswa SMA Ikuti Kompetisi Sains Nasional 2021 Tingkat Provinsi

Pendidikan sains Kemendikbudristek
Arga sumantri • 15 September 2021 20:28
Jakarta: Pelaksanaan Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat provinsi untuk jenjang SMA kembali dilaksanakan secara daring, mulai 13 hingga 16 September 2021. KSN tingkat provinsi ini diikuti sebanyak 20.577 siswa dari seluruh Indonesia.
 
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Asep Sukmayadi menyatakan, peserta terbagi pada sembilan bidang studi. Ada Matematika (1.199 orang), Fisika (1.955 orang), dan Kimia (1.484 orang).
 
Selanjutnya, bidang Informatika (2.006 orang), Biologi (2.205 orang), Astronomi (2.766 orang), Ekonomi (2.960 orang), Kebumian (2.886 orang), dan Geografi (3.116 orang).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita percaya sepenuhnya kepada adik-adik adalah generasi yang memiliki semangat untuk mewujudkan prestasi dengan penuh kebanggaan dan integritas," ujar Asep dalam keterangannya, Rabu, 15 September 2021.
 
Baca: Kemendikbudristek Bakal Produksi 10 Proposal Film Pendek, Ini Daftarnya
 
Siswa melakukan ujian melalui alamat URL https://ksn.puspresnas.id/. Pada hari pertama, Senin, 13 September 2021, bidang yang dilombakan adalah Kebumian dan Matematika. Hari berikutnya dilombakan Astronomi dan Fisika, pada hari Rabu diujikan Geografi dan Informatika. Sedangkan, pada Kamis, 16 September 2021, diujikan Ekonomi, Biologi, dan Kimia. 
 
Peserta KSN tingkat provinsi adalah siswa SMA/sederajat yang telah ditetapkan sebagai pemenang KSN pada tingkat kabupaten/kota oleh Kepala Dinas atau Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi. Dari pelaksanaan seleksi tingkat provinsi ini, selanjutnya akan dijaring peserta KSN untuk tingkat nasional. 
 
"KSN tingkat nasional juga direncanakan berlangsung dengan format daring," ungkap Asep. 
 
Peserta KSN mengerjakan soal-soal yang diujikan secara daring dan direkomendasikan pengerjaannya di sekolah kerena sekolah memiliki fasilitas yang mendukung seperti internet, komputer PC atau laptop. Hal lain yang tak kalah penting yakni terkait dengan aspek kesehatan. 
 
Baca: Mahasiswa UB Sulap Limbah Makanan dan Ternak Jadi Pupuk Bio Organik
 
Pandemi covid-19 yang masih berlangsung mewajibkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Tak terkecuali dengan penyelenggaraan KSN tahun ini.
 
"Oleh karena itu, untuk mendukung sistem pengawasan yang ketat, setiap peserta wajib merekam dirinya menggunakan kamera pada saat pelaksanaan berlangsung yang akan diawasi melalui Zoom oleh tim panitia KSN," tambahnya.
 
Sebelum pelaksanaan KSN tingkat provinsi, Puspresnas sudah terlebih dahulu melakukan uji coba sistem daring yang akan digunakan untuk proses seleksi. Uji coba sistem daring ini dilaksanakan pada 6 September 2021. 
 
Kendala yang dialami pada saat pelaksanaan KSN-P pada hari pertama bidang kebumian dan matematika yakni masih ada beberapa peserta yang mengalami kendala jaringan dan mati listrik, sehingga untuk bidang Matematika, peserta yang tidak mengikuti KSN sebanyak 180 peserta dan bidang Kebumian sebanyak 151 peserta.
 
"Dari hasil uji coba tersebut, telah dilakukan perbaikan-perbaikan agar sistem daring dapat berjalan lancar dan stabil," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif