Selanjutnya seleksi ujian tulis akan digelar tanggal 4 Juli 2019 dan akan diadakan di lima lokasi yaitu Semarang, Palangkaraya, Makassar, Manokwari, dan Medan. Pengumuman kelulusan ujian tulis akan disampaikan pada 2 Agustus 2019 dengan tahap validasi data administrasi dan daftar ulang pada 6 Agustus 2019.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pendirian Politeknik Pekerjaan Umum (PU) bertujuan menjadi Politeknik unggulan yang menghasilkan lulusan spesialis bidang PU yang terbaik. Ujian yang dilaksanakan di lima lokasi ini diharapkan dapat menghasilkan anak didik terbaik di semua wilayah Indonesia.
“Oleh karenanya perlu didukung tenaga terampil yang dihasilkan Politeknik. Kami ingin Politeknik ini menjadi unggulan tidak hanya di Jawa Tengah, tapi juga di Indonesia, karena ini milik rakyat Indonesia,” kata Basuki di Jakarta, Sabtu 29 Juni 2019.
Kehadiran Politeknik PU juga diharapkan akan memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam pembangunan infrastruktur serta menjadi bagian dari fokus Pemerintah mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Ada tiga prodi studi DIII yang dibuka, yaitu Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung. Mahasiswa yang diterima setiap prodi berjumlah 50 orang, sehingga totalnya menjadi 150 orang.
Baca: Buka di 2019, Politeknik PU Tawarkan Ikatan Dinas
“Politeknik PU memiliki keunggulan dibandingkan dengan Politeknik lainnya, di antaranya adalah lulusan akan mendapatkan sertifikasi profesi level terampil, kompetensi lulusan sesuai kebutuhkan di lapangan, terdapat Kurikulum Mata kuliah khusus seperti Green Construction, Preservasi Jalan dan Jembatan, Pengenalan Teknologi Maju, Mitigasi Keadaan Darurat (bencana), Drainasi dan Pengendalian Banjir, Peraturan Perundangan, dan keterlibatan industri konstruksi,” sebut Basuki.
Untuk dapat menghasilkan tenaga ahli konstruksi yang berkompetensi tinggi, maka komposisi pembelajaran di Politeknik PU akan lebih mengedepankan praktik lapangan, yakni 70 persen praktik lapangan (on the job training). Terutama di proyek-proyek pembangunan infrastruktur PUPR dan 30 persen materi dalam ruangan.
Para pengajar yang berpengalaman dalam proyek infrastruktur, serta bekerja sama dengan Universitas terbaik dunia yakni IHE-Delft Belanda dan ENTPE, Lyon Prancis juga disiapkan untuk mencetak SDM yang andal.
Sejumlah fasilitas diberikan pada tahun akademik pertama Politeknik PU ini. Yakni mahasiswa yang diterima mendapatkan fasilitas tinggal di asrama pada tahun pertama (selama satu tahun), fasilitas sarana praktikum di laboratorium, workshop, dan magang/praktik kerja.
Politeknik PU memberikan beasiswa bagi 10 mahasiswa yang diterima di tiap prodi berdasarkan hasil peringkat Seleksi Kemampuan Dasar. Semester berikutnya beasiswa akan diberikan berdasarkan IP terbaik.
“Kementerian PUPR memberikan subsidi dari biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp6juta per semester yaitu sebesar 50 persen. Sehingga UKT yang dibayarkan mahasiswa sebesar Rp3juta,”pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News