"Jumlahnya masih sangat terbatas, sekitar 5.500 guru besar. Kita mau tambah lagi, karena guru besar pada tua semua. Kalau enggak pensiun, ya meninggal," kata Nasir usai menghadiri pengukuhan Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, sebagai guru besar di Kampus Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 24 Juli 2019.
Nasir berharap ke depan ada lebih banyak guru besar yang masih berusia muda. Sehingga, negara bisa lebih lama memanfaatkan ilmu para guru besar muda tersebut.
"Kalau bisa usia 35-40 tahun sudah profesor. kalau sudah tua pemanfaatan negara akan kecil," ujar Nasir menegaskan.
Menurut Nasir, menjadi guru besar memang bukan perkara mudah. Menurut Nasir, syarat menjadi guru besar, antara lain, memiliki gelar akademik doktor, mengajar di perguruan tinggi, punya publikasi riset yang terindeks pada jurnal bereputasi. "Jadi kalau ada orang yang tidak menulis karya ilmiah dipublikasikan, enggak bakalan dia menjadi guru besar," jelas Nasir.
Baca: Politisi Demokrat Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unnes
Nasir mengakui, publikasi riset menjadi kendala utama para doktor muda meraih gelar profesor. "Itu enggak mudah, harus di-review segala macam, ini yang membuat orang stres sehingga enggak mau," ungkap Nasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News